Agustinus Wibowo
Untuk menghindari konflik penyuntingan, dimohon jangan melakukan penyuntingan selama pesan ini ditampilkan.
Halaman ini terakhir disunting oleh RaiyaniM (Kontrib • Log) 34 hari 576 menit lalu.
Pesan ini dapat dihapus jika halaman ini sudah tidak disunting dalam beberapa jam. Jika Anda adalah penyunting yang menambahkan templat ini, harap diingat untuk menghapusnya setelah selesai atau menggantikannya dengan {{Under construction}} di antara masa-masa menyunting Anda.
Agustinus Wibowo adalah seorang penulis dan fotografer perjalanan Indonesia yang (lahir di Lumajang, Jawa Timur, 08 Agustus 1981; umur 39 tahun. Setelah menyelesaikan kuliah di bidang Ilmu Komputer di Universitas Tsinghua Beijing. Tahun 2005 Agustinus memulai petualangan keliling Asia melalui darat. Berawal tanggal 31 Juli 2005 dari China kemudian melintasi negara-negara Asia Selatan dan Asia Tengah [1], hingga menetap sebagai Jurnalis foto di Afganistan selama tiga tahun. Agustinus membiayai perjalanannya dengan mandiri, dan berhenti di satu negara untuk bekerja apabila tabungan keuangan sudah mulai habis dengan mengirimkan artikel ke berbagai media lokal maupun internasional serta menjadi fotografer di media. Catatan hariannya dalam perjalanan petualangan itu dimuat sebagai rubrik reguler “Petualang” di Kompas.com. Catatan perjalanan itu kemudian diterbitkan dalam bentuk buku oleh Gramedia Pustaka Utama dan menjadi pionir dalam penulisan narasi perjalanan dengan gaya nonfiksi kreatif di Indonesia. Buku pertamanya adalah Selimut Debu: Impian dan Kebanggaan dari Negeri Perang Afghanistan (2010), disusul dengan Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah (2011). Buku ketiganya, Titik Nol: Sebuah Makna Perjalanan (2013) adalah sebuah catatan perjalanan dengan gaya penulisan yang orisinal dipadukan dengan memoar, akan segera diproduksi dalam bentuk film. Kedalaman tulisan Agustinus sangat dipengaruhi kemampuannya berkomunikasi dengan penduduk setempat, dan itu ditunjang oleh kecintaannya terhadap bahasa. Agustinus menguasai bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, juga pernah mempelajari bahasa Rusia, Jepang, Jerman, Prancis di bangku sekolah, dan secara otodidak mempelajari banyak bahasa di antaranya Bahasa Urdu, Farsii, Bangsa Tajik, Bahasa Kirgiz, Bahasa Kazakh, Bahasa Uzbek, Bahasa Mongol, Bahasa Turki, dan Bahasa Tok Pisin. Saat ini Agustinus baru menerbitkan buku keempat yaitu Jalan Panjang Untuk Pulang. Tahun 2016 beliau juga menjadi tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair [1]
|Agustinus Wibowo|
|Lahir||08 Agustus 1981 (umur 39)|
|Kebangsaan||Indonesia|
|Warga negara||Indonesia|
|Pekerjaan|
Lumajang, Jawa Timur, Indonesia
PendidikanSunting
- 1996 SMA Negeri 2 Lumajang
- 1999 Teknik Informatika Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya
- 2000 Beijing Language And Culture University, Beijing
- 2001-2005 Computer Science and Engineering Tsinghua University , Beijing
BukuSunting
ReferensiSunting
- ^ Afrisia, Rizky Sekar. "Agustinus Wibowo Bercerita di Panggung Buku Beijing". hiburan. Diakses tanggal 2021-02-26.
- ^ Wibowo, Agustinus (2010). Selimut Debu. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 461. ISBN 9789792274639.
- ^ Wibowo, Agustinus (2011/14 April). Garis Batas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 528. ISBN 9789792268843.
- ^ Wibowo, Agustinus (2013/Februari). Titik Nol. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 568. ISBN 9789792292718.
- ^ Wibowo, Agustinus (2021/10 Januari). Jalan Panjang Untuk Pulang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 464. ISBN 9786020647579.