Kalo ada yang ngomong trading saham itu mudah, suruh ngomong ama patung pancoran aja gih sono.
Pernyataan bahwa trading saham itu mudah menurut saya cenderung menyesatkan dan menjerumuskan. Coba deh lihat sekeliling kita, berapa banyak trader yang bangkrut dan menjadi antipati terhadap saham, berapa banyak orang yang sampai sekarang belum bisa meraih keuntungan dari trading saham, berapa banyak orang yang tiap hari ngeluh karena harus cutloss, berapa banyak orang yang makin hari makin berkurang modal yang ia tanamkan.
Ya itu kan salah mereka sendiri karena mereka beli saham yang salah. Trading saham itu mudah, beli aja saham saham yang punya fundamental yang bagus, beli di harga yang murah, tinggal tidur lalu jual di saat harga nya sudah naik tinggi.
Lah ngeyel..
Bukankah memilih saham yang bagus itu perlu ilmu, bukankah mengalokasikan dana untuk membeli saham itu juga perlu ilmu, bukankah mengatur emosi dan psikologi ketika harus membeli saham, menghadapi market dan menyimpan saham baik saat kondisi naik maupun turun juga perlu ilmu?
Trading itu tidak semudah ketika kita membuka rekening trading. Kalu cuma buka rekening mah mudah banget, tinggal datang ke sekuritas, isi formulir lalu transfer dana, selesai.
Ah sama aja. Trading saham bisa kok semudah buka rekening. Tinggal ikut aja layanan stockpick berbayar, tiap hari bakal dikirim saham saham yang sudah dipilihin, sudah dianalisa, tinggal ikutin deh beli di berapa lalu jual di harga berapa.
Hehehehe. Bukankah munculnya layanan stockpick berbayar itu justru merupakan salah satu bukti bahwa trading saham itu tidak mudah. Bukankah stockpick berbayar itu adalah bisnis yang muncul karena kemalasan trader untuk belajar, keengganan trader untuk bikin analisa sendiri, gampang terpukaunya trader sama seseorang yang pamer cuan dan ambisi trader untuk cari jalan pintas biar cepat kaya?. Asal tahu saja, layanan stockpick berbayar itu seringkali memberikan banyak pilihan saham tiap hari, kalo misal ada 5 saham yang dikirim tiap hari, gimana kita tahu saham apa yang harus kita beli? Iya kalo cuma 5, lha kalo tiap hari kita dikirimi 10 saham bukannya malah bikin trading jadi lebih membingungkan?? Emang mau dibeli semua saham yang disebut di stockpick yang dikirim??
Bukti lain bahwa trading saham itu tidak mudah adalah banyaknya training saham yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan biaya yang cukup mahal. Kalo trading saham itu mudah kenapa harus bayar mahal untuk bisa tahu ilmu tentang trading yang katanya mudah?. Sayangnya, kini terminologi trading saham itu mudah seolah olah sudah dijadikan komoditas yang dipakai oleh trainer saham untuk menjual trainingnya. Bagi saya itu menjadi sebuah paradox, ketika mereka bilang bahwa trading saham itu mudah justru mereka menawarkan training saham yang berjenjang, yang kemudian diikuti dengan tawaran tawaran lainnya mulai dari tawaran mentoring hingga tawaran stockpick berbayar.
Menurut saya, trading saham itu tidak mudah, yang mudah adalah tradernya. Tradernya mudah terpukau oleh pamer profit yang besar, mudah terbuai oleh janji janji training atau seminar yang bisa bikin profit besar dan cepat kaya, mudah percaya kalo seseorang benar benar jago hanya dari screenshot profit yang kita tidak tahu apakah dia konsisten menghasilkan profit atau ketika dia profit dia pamerkan tapi ketika nyangkut besar dia tutup rapat rapat.
Menurut saya, trading saham itu tidak mudah karena itulah ada yang rajin bikin training saham karena bisa jadi cari profit dari training, mentoring, bikin stockpick berbayar itu jauh lebih mudah daripada cari profit dari trading saham, iya nggak??
Entahlah, mungkin saya aja yang bodoh, mungkin saya yang malas belajar, mungkin saya yang kurang mengenal market, karena meski sudah 13 tahun mengarungi dunia trading, membaca banyak buku trading, belajar dengan banyak trader, saya masih merasa bahwa trading saham itu sama sekali tidak mudah, saya masih merasa bahwa saya harus terus belajar biar tidak gampang dibodohi market.
Iya..mungkin karena saya yang bodoh aja sih..
—bersambung—-