Kabar Artis
Kicauan Soal 'Duduk di TransJakarta Harus Seagama' Viral, Ernest Prakasa Singgung Politikus
Kicauan @cho-ro seorang pengguna media sosial Twitter soal 'duduk di TransJakarta harus seagama' viral. Komika Ernest Prakasa lantas mengomentarinya.
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM - Kicauan @cho-ro seorang pengguna media sosial Twitter soal 'duduk di TransJakarta harus seagama' viral.
Pantauan TribunJakarta.com kicauan @cho_ro itu disampaikan dalam rangkaian yang masing-masing sudah dibagikan lebih dari 1.000 dan lebih dari 2.600 kali dan disukai lebih dari 300 dan 500 kali.
Komika Ernest Prakasa lantas mengomentari cuitan yang viral itu.
• Adu Argumen dengan Arie Untung Soal Aksi 812, Ernest Prakasa Akui Dikeroyok: Silakan Saja
• Arie Untung Dukung Aksi 812 di Malaysia, Ernest Prakasa: Logikanya Dimana?
Ernest Prakasa bahkan menyinggung para politikus.
Dalam kicauan yang viral itu, @cho_ro menceritakan kisahnya saat berada di TransJakarta.
@Cho_ro mengatakan seorang perempuan sempat menolak duduk disampingnya.
Pengguna Twitter itu menyebut wanita tersebut menolak karena merasa menganut agama yang berbeda.
Setelah @Cho_ro memberitahu agamanya, wanita itu baru bersedia duduk di sampingnya.
TONTON JUGA
• Saling Sindir dengan Arie Untung Soal Aksi 812, Ernest Prakasa Akui Dikeroyok Warganet
• Ernest Prakasa Sindir Logikanya Soal Aksi 812 Malaysia, Arie Untung Beri Balasan Ini
Ernest Prakasa merasa hal tersebut merupakan imbas dari perilaku para politikus.
Politisi yang menggunakan isu agama demi mendapat kekuasaan dinilai Ernest Prakasa menambah subur sikap intoleran yang tercermin dari wanita tersebut.
"Kalo politisi menghalalkan segala cara termasuk menggunakan agama untuk mencapai kekuasaan
hal-hal seperti ini akan tumbuh semakin subur," tulis Ernest Prakasa.
Ernest Prakasa dan Arie Untung Berdebat
Pernyataan pembawa acara Arie Untung sempat menjadi viral dan kontroversial di jagat Twitter Indonesia.
Sebelumnya, Arie Untung diduga mendukung gerakan 812 dengan menyebut aksi 812 merupakan bentuk dari persaudaraan.
"The power of ukhuwah Malaysia 812, MasyAllah Tabarakallah," tulis Arie Untung di akun Twitternya, Minggu (9/12/2018).
Penelusuran TribunJakarta.com aksi 812 di Malaysia dilakukan untuk menentang Konvensi Internasional tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi Raisal, atau International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination (ICERD).
Aksi 812 di Malaysia diselenggarakan oleh kelompok muslim Melayu bersama dengan Partai Islam Malaysia (PAS) juga United Malays National Organisation (Umno).
Dilansir dari Malaymail, panitia mengklaim jumlah massa yang hadir ke Aksi 812 sebanyak 500 ribu.
Aksi 812 digelar di Dataran Merdeka, Malaysian, Sabtu (8/12/2018).
Melalui cuitannya, Ernest Prakasa sempat menyinggung logika Arie Untung saat diduga mendukung penolakan penghapusan diskriminasi rasial itu.
Kini, Arie Untung membalas sindiran Ernest Prakasa.
Melalui akun Instagramnya, @ariekuntung, Arie Untung memberikan klarifikasinya bahwa dirinya tak mempermasalahkan gerakan tersebut.
Sebab menurutnya mayoritas warga anti-ICERD itu adalah kaum pribumi yang masih butuh 'Old Malaysian' Ways. Arie Untung menegaskan itu murni hak mereka.
Ia juga menjelaskan bahwa itu gerakan damai dan 'syukuran' lantaran belum disahkannya kebijakan tersebut.
Jika ditanya ia berada di pihak mana, ayah tiga anak itu mengaku hanya tertawa.
Hal itu dikarenakan dirinya bukanlah orang Malaysia. Ia mengaku hanya menyoroti ukhuwah atau tali persaudaraan yang terbangun pada saat aksi berlangsung.
Ia justru mempertanyakan bagian mana dari unggahannya itu yang menyebut bahwa ia pro atau kontra ras tertentu.
Lebih lanjut, suami Fenita Arie ini justru diduga membahas personal Ernest Prakasa.
Ia diduga menyebut Ernest Prakasa sebagai sosok yang Pancasilais, namun tak mau dianggap sama dengan kaum lainnya.
Arie Untung bahkan mengaku lupa jika ada orang yang tak sepaham dan tak satu keyakinan dengannya akan 'alergi' dengan kata-kata ukhuwah.
Kendati begitu, ia mengaku sudah memaafkan semua pihak yang menyindirnya, termasuk penulis cuitan tersebut.
Berikut catatan lengkap dari Arie Untung.
"ICERD? PAAN SIH?
Ada Malaysian yg beranggapan
Dibalik label “anti diskriminasi”
1. Adalah gerakan liberal yang mengesampingkan asas-asas kenegaraan bumiputra yang dianut Malaysia (Malaysia hukum Islam)
2. Icerd seolah menghina Malaysia yang sudah lama bertoleransi
3.4.5 dll.. (banyak nih)
Terus? Ujug-ujug aku mbela gitu?
lanjuuut..
Ada juga pihak yang juga jelasin sebaliknya, ICERD bla3x dari sudut pandang yang berbeda
Mereka beda pandangan? Silakan
Gini..
mayoritas warga anti-ICERD itu adalah bumiputra yang masih butuh “old malaysian ways”, (INI MURNI TERSERAH MEREKA BROH)
Dan Gerakan 812 tersebut adalah GERAKAN DAMAI, acara selametan mendukung pemerintah karena “belum-disahkannya penolakan ICERD”, mungkin karena masih belum dianggap perlu.
Ini damai lho
Intinya
absolut keputusan seperti ini bisa terjadi kalau 2 pihak besar yang sering bersaing PAS-UMNO hari itu jadi akur damai enggak bersengketa
(Inilaah ukhuwahnya.. mudah-mudahan nangkep ya)
Aku mihak mana? EKE ORANG MALAYSIA AJA BUKAN KELES apa urusannya pro atau kontra mangkanya aku ketawa. YANG KUBAHAS UKHUWAHNYA.. pada baper amat
So?
Dengan sebab di atas? Eyke mang mentri Malaysia. Didemo? Lah kalian yg demo, orang Malaysia juga bukan, tau ICERD aja mungkin enggak? Ini penting enggak sih? Situ mau pro atau kontra silakan aja kesana broh
Yuk liat ulang postinganku
Part mana aku singgung soal pro kontra ras?
Atau membawa salah seorang petinggi stasiun sebagai orang yang rasis?
I know him, beliau Pancasilais
Teman-temanku yang keturunan Tionghoa banyak kok dan aku sayang mereka.
Bahkan ada yang jadi ustadz. Atau partner-partner bisnisku juga keturunan. Mereka semua menurutku orang pribumi.
Kalau penulis twitt tersebut justru enggak mau dianggap “sama” dengan kita
Jadi? Siapa yg rasis?
Apapun prasangka atau penggiringan opini untuk membenciku, semuanya udahku maapin ya.
Termasuk yang nulis.
I know he’s a good guy (tx for following)
Aku lupa
Untuk yang anti dengan keyakinanku pasti akan alergi dengan kata 'ukhuwah', aku minta maaf, enggak apa-apa situ benci, eke tetap cinta.
Kita semua bersaudara dalam perbedaan
Intinya
Maunya masnya yg benar, aku yg salah kan?
Sok ajah
Satu hal
kalau merasa hatespeechnya bisa mempengaruhi mata pencaharian aku, hmm
On God’s mercy
I create my own
Keberkahan untukmu brader, (love) you," tulis Arie Untung pada Selasa (11/12/2018).
Ernest Prakasa menanyakan soal logika berpikir Arie Untung.
Pasalnya Arie Untung sempat menentang keras aksi diskriminasi kaum minoritas Rohingya di Myanmar.
Tak hanya itu Arie Untung juga mengutuk perlakuan tak manusiawi yang diterima kaum muslim Uyghur di China.
Namun menurut Ernets Prakasa mengapa saat ada aksi penolakan penghapusan diskriminasi rasial Arie Untung justru mendukung.
"Rohingya di Myanmar, Uyghur di China. Keras mengutuk diskriminasi terhadap minoritas, tapi ketika ada demo yg menentang ICERD, malah didukung.
Mohon maaf ini logikanya dimana? #HariHAM," tulis Ernets Prakasa.
Sebelumnya Lewat akun Twitter yang terverifikasi, Ernest Prakasa juga mempertanyakan sikap Arie Untung terhadap aksi 812.
Malah Ernest Prakasa juga menyebut nama pimpinan MNC, Harry Tanoe.
"812 itu demo menentang ICERD (International Convention on The Elimination of Racial Discrimination).
Pemerintah Malaysia mau menghapus disriminasi, tapi dilawan oleh orang2 ini.
Jadi, elo pribadi lebih pro ke diskriminasi etnis?
Lo banyak job di MNC, Hari Tanoe itu C***, FYI " tulis akun Ernest Prakasa soal postingan Arie Untung tentang Aksi 812 di Malaysia.
|Keinginan Paula yang Hamil Anak ke-2 Belum Dikabul, Nagita Slavina Langsung Teriaki Baim Wong: Kok?|
|Reaksi Santai Sule Soal Warisan Lina yang Dipermasalahkan Teddy, Andre Taulany Salut: Itu Gue Suka!|
|Arya Saloka Alias Mas Al Blak-blakan Ungkap Adegan Favoritnya Bareng Amanda Manopo di Ikatan Cinta|
|Gemasnya Shireen Sungkar Gendong Ukkasya Muhammad Syahki, Puji Putra Zaskia & Irwansyah Tampan|
|RESPON Tegas Abdul Rozak soal Celetukan Ayu Ting Ting Mahar Nikah Rp 5 M: Dari Hati Dia Sendiri|