Baca Juga: Awas, Ada 'Direktur Penyelidikan KPK' Gentayangan Minta Setoran Uang
"Saya menang melawan godaan uang, mobil dan jabatan. Saya menang melawan DIAM cari selamat. Saya menang melawan pesan-pesan dari Jakarta, 'Uas jangan berpihak!'. Begini cara saya melawan," ungkapnya.
3. Saya sudah menang sebelum pencoblosan, krn:
- Saya menang melawan godaan uang, mobil dan jabatan.
- Saya menang melawan DIAM cari selamat.
- Saya menang melawan pesan2 dari jkt: "Uas jangan berpihak!".
Begini cara sy melawan.— Ustadz Abdul Somad Lc,.MA. F. (@UAS_AbdulSomad) December 10, 2020
Ia pun menyatakan, Pilkada sebagai ajang ujian hati.
4. Pilkada ajang ujian hati:
- Kalau tausiyah, orang datang merebut tangan saya untuk bersalaman.
Saat pilkada, saya masuk ke pasar, menyalami orang, sambil berpesan: "Jangan lupa ya pak, bu, nanti coblos nomor ...".
????????????— Ustadz Abdul Somad Lc,.MA. F. (@UAS_AbdulSomad) December 10, 2020
"Kalau tausiyah, orang datang merebut tangan saya untuk bersalaman. Saat pilkada, saya masuk ke pasar, menyalami orang, sambil berpesan, 'Jangan lupa ya pak, bu, nanti coblos nomor ...'."
- Dibully, dihina, dicaci maki di medsos itu menyadarkan diri saya bahwa saya bukan siapa-siapa.
- Kalau terus dimuliakan, disanjung, lama-lama saya bisa jadi fir'aun— Ustadz Abdul Somad Lc,.MA. F. (@UAS_AbdulSomad) December 10, 2020
"Dibully, dihina, dicaci maki di medsos itu menyadarkan diri saya bahwa saya bukan siapa-siapa. Kalau terus dimuliakan, disanjung, lama-lama saya bisa jadi fir'aun," tandasnya.***