Kepala Bidang Pertamanan dan Kelistrikan, Dinrumkimhub, Mulyadi, menjelaskan, saat ini masih dilakukan pengukuran taman oleh pihak konsultan. “Kami lanjutkan pembangunannya. Rencananya taman 1 dan 2 akan kami gabung,” terangnya.
Dalam pembungunnya nanti, tidak jauh berbeda dengan pembangunan taman 3 sampai taman 6. Ikon pasti ada. “Yang pasti nanti ada penghijauan dan untuk Pedagang Kaki Lima,” tuturnya.
Baca juga: Jebol Plafon Toko Pakaian, Maling Acak-Acak Kasir, Gondol Belasan Juta
Menurutnya, taman seribu lampu saat ini jauh lebih bagus. Tujuannya untuk penataan serta destinasi wisata alternatif. Ada sejumlah ikon yang sudah terpasang. Ada Patung Arjuna Wiwaha, Loko Uap, Pipa Angguk, Air Mancur, serta ornamen taman.
Sementara itu, Sekretaris Dinrumkimhub Blora, Langgeng Warsito mengungkapkan, sebagai wajah Blora dari arah Jawa Timur, Taman Seribu Lampu harus ditata bagus. Terlebih, sekarang ini Bandara Ngloram mulai aktif. Untuk ikon diujung barat TSL atau taman 1, akan disiapkan ikon yang tidak kalah menarik dengan ikon sebelumnya. “Nanti, pasti ada kejutan,” terangnya.
Untuk diketahui, Taman Seribu Lampu yang awalnya kumuh, sejak 2018 mulai direvitalisasi oleh Pemkab Blora. Beberapa bangunan atau monumen ikonik telah dipasang, seperti monumen sumur minyak angguk, dan monumen Stoomwals/Slender Kuno.
Pemerintah juga tak eman mengglontorkan dana Miliaran Rupiah untuk bangun taman enam. Selain itu, kawasan taman Seribu Lampu juga telah ditata apik. Mulai ada patung Arjuna Wiwaha, loko uap, angguk, air mancur berwarna dan lainnya. Berlanjut 2019. Ada tiga taman yang dipercantik. Mulai dari taman 6, taman 5, 4 dan 3. Kali ini, 2020 giliran taman 1 dan 2
Yang lebih menarik lagi adalah, adanya lokomotif uap kuno C-2902. Salah satu lokomotif tua yang tadinya mangkrak di dalam depo milik Perhutani KPH Cepu.
Saat ini ditempatkan di Taman Seribu Lampu Kecamatan Cepu sebagai salah satu ikon tematik. Dimana lokomotif uap ini, pada masanya digunakan sebagai penarik lori pengangkut kayu hasil hutan. Dari lokasi tebangan menuju tempat penimbunan kayu (TPK) milik Perhutani.