Baca Juga: PILKADA JEMBER; Bawaslu Minta Petahana Copot Gambarnya yang Menempel di Fasilitas Negara
Sebagi bukti tekad itu Endang Ratnawati menolak banyak lelaki yang ingin mempersuntingnya dengan alasan masih ingin mengabdikan kepada rakyat.
Hingga pada suatu hari, ketika Endang Ratnawati sedang santai di tepi telaga dekat sungai bedadung bersama beberapa sahabat perempuannya tiba-tiba datang sosok laki-laki yang memiliki maksud jahat.
Ternyata dia seorang kepala perampok yang ingin memperistri Endang Ratnawati sekaligus menaklukkan desa. Tentu saja Endang Ratnawati menolak dan melawan. Hingga terjadilah perkelahian sengit. Namun, mereka kalah jumlah dan berakhir dengan tewasnya Endang Ratnawati.
Berita kematian Endang Ratnawati segera tersebar. Kesedihan pun menyelimuti desa tersebut. Menyadari waktu akan terus berlalu apapun yang terjadi, mereka segera menguburkan jenasah Endang Ratnawati beserta para pengikutnya yang gugur.
Hari bersejarah itu ditandai dengan mengabadikan nama kecil Putri Jembersari menjadi nama wilayah tersebut, yaitu JEMBER.***