CTR, CNN Indonesia | Jumat, 30/03/2018 08:05 WIB
Program KJS Plus Anies-Sandi terancam gagal karena tokoh agama sudah dialokasikan setara lansia. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait Kartu Jakarta Sehat (KJS) Plus terancam gagal. Anies sempat berjanji bahwa para pemuka dan tokoh agama bisa mendapatkan jaminan kesehatan gratis lewat program KJS Plus itu.
Namun, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi mengatakan jaminan kesehatan bagi golongan tertentu tidak bisa dijalankan.
"Ya, enggak kalau kita cuma untuk pemuka agama Enggak bisa. Artinya harus rata semua orang," kata Koesmedi kepada CNNIndonesia.com di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (29/3).
Lihat juga: Anies Tak Ingin Anggaran KJP Plus Terpaut Persentase APBD
Koesmedi menerangkan sedianya jaminan kesehatan diberikan kepada seluruh masyarakat dari setiap golongan. Untuk mengganti nomenklatur tersebut, Pemprov DKI mengubah peruntukan kesehatan pemuka agama menjadi untuk lansia.
"Makanya yang kita berikan itu adalah general check up bagi lansia. Pemuka agama termasuk di lansia situ yang umurnya sesuai dengan lansia," ujar Koesmedi.
Lebih lanjut, Koesmedi menjabarkan penerima program medical check up gratis bagi lansia saat ini sudah mencapai 485 ribu orang. Per orang akan diberikan satu kali kesemptan medical check up gratis untuk mengetahui riwayat kesehatan sebelum sakit.
"Bisa dilakukan di rumah sakit umum daerah (RSUD), puskesmas dan rumah sakit yang bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)," ujar Koesmedi.
Lihat juga: Anies Klaim Siap Laksanakan Semua Janji Kampanye
Biaya satu tahun yang digelontorkan dari APBD DKI 2018 adalah sekitar Rp30 miliar. Ke depan Koesmedi berharap program serupa bisa diterapkan bagi semua umur.
"Nanti semua akan mendapat juga. Jadi itu tidak boleh memisahkan sendiri. Yang penting lansia tahu dia ada masalah dan kita prioritaskan. Tapi nanti sampai anak-anak juga nanti akan ditanggung," urai Koesmedi.
Lihat juga: Gerindra Pasrah Program KJP dan KJS Plus Tak Masuk APBDP 2017
Dalam laman resmi program Anies-Sandi, jakartamajubersama.com disebutkan ada tiga solusi atau terobosan untuk program KJS Plus. Pertama. bahwa program KJS Plus diperuntukan bagi tokoh agama.
"Memperluas cakupan KJS yang ditanggung pemerintah kepada tokoh-tokoh agama, yaitu guru mengaji, pengajar sekolah minggu, penjaga rumah ibadah, khatib, penceramah dan seluruh pemuka agama lainnya," jelas laman tersebut. (DAL)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti program vaksinasi virus corona di Eropa berjalan sangat lambat.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER