Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya sendiri pada Minggu (22/11) melakukan penyemprotan disinfektan sekaligus rapid test kepada warga di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.
Pelaksanaan rapid test ini sendiri menyusul timbulnya kerumunan di kawasan Petamburan imbas kepulangan Habib Rizieq Syihab serta acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun sejumlah warga sekitar diketahui menolak mengikuti kegiatan rapid test tersebut.
Seorang warga bernama Nani mengaku sudah mengajak warga lainnya, tapi kebanyakan tidak berani di-rapid test.
"Pada nggak mau, takutnya hidungnya disodok-sodok, takut di-swab makanya kagak mau," ucap Nani kepada wartawan.
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto menyayangkan ketakutan warga Petamburan. Padahal, menurut Heru, tes itu bertujuan agar masyarakat di Petamburan dapat diketahui kondisi kesehatannya.
"Mungkin ya, mungkin warga berpikir bahwa dengan nanti dia dicolok hidungnya, sakit, atau ketahuan positif, jadi dirawat. Sebenernya kan dengan ketahuan dia positif kita bisa segera menindaklanjuti supaya tidak menyebar ke keluarganya," kata Heru di Petamburan, Minggu (22/11).
"Nah ini mungkin warga kita masih belum paham bener, makanya nanti akan kita sosialisasikan lebih dalam lagi," imbuh Heru.
(mei/fjp)