Mohon sampaikan saran Anda
Tolong beri tahu kami bila ada yang salah
Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.
Ejakulasi retrogade atau ejakulasi terbalik adalah kondisi di mana sperma tidak keluar melalui ujung penis, melainkan masuk ke kandung kemih saat orgasme.
Dikutip dari Harvard Health Publishing, hal ini dikarenakan otot melingkar yang menutup kandung kemih tidak berfungsi secara normal.
Maka dari itu, air mani berjalan mundur dan mengalir ke dalam kandung kemih.
Walaupun Anda tetap dapat mencapai klimaks ketika berhubungan seksual, tetapi saat ejakulasi hanya ada sedikit sperma yang keluar atau bahkan tidak sama sekali.
Kondisi ini memang tidak berbahaya tetapi dapat menyebabkan infertilitas pada pria.
Dilansir dari jurnal Translational Andrology and Urology, kondisi ini menjadi salah satu penyebab infertilitas pada pria yang tidak terlalu umum.
Kasunya hanya sekitar 0,3 sampai 2 persen dari berbagai masalah kesuburan yang muncul.
Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas, ejakulasi retrograde tidak memengaruhi kemampuan Anda untuk ereksi atau mencapai orgasme.
Namun, saat mencapai klimaks, sperma akan masuk ke dalam kandung kemih bukan keluar dari penis.
Biasanya, pria yang sehat mengalami ejakulasi dan mengeluarkan setengah hingga satu sendok teh air mani ketika orgasme.
Agar lebih jelas, berikut berbagai tanda ejakulasi retrogade:
Kemungkinan ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.
Retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograde tergolong tidak membahayakan dan hanya perlu pengobatan apabila Anda berencana untuk mempunyai anak.
Namun, apabila Anda memiliki orgasme kering, temui dokter untuk mengetahui apakah kondisi Anda tidak disebabkan oleh masalah serius lainnya yang perlu ditindaklanjuti.
Masing-masing tubuh bekerja dengan cara yang berbeda. Baiknya diskusikanlah dengan dokter apa yang terbaik untuk situasi Anda.
Penyebab utama dari retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograde adalah kandung kemih yang terbuka saat ejakulasi.
Hal ini kemudian membuat sperma masuk ke dalam kandung kemih.
Ketika akan terjadi orgasme, sperma bercampur dengan cairan lainnya untuk menghasilkan air mani.
Seharusnya, otot pada leher kandung kemih menegang sehingga mencegah hasil ejakulasi masuk ke dalam.
Namun, retrograde ejaculation terjadi karena otot leher kandung kemih pada pria tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, sperma tidak keluar dengan seharusnya.
Beberapa kondisi lainnya dapat menyebabkan masalah dengan otot yang kemudian menutup kandung kemih saat ejakulasi, di antaranya:
Lalu, Anda juga harus mengantisipasi apabila penyebab dari retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograde adalah orgasme kering.
Berikut beberapa penyebab terjadinya orgasme kering, yaitu:
Risko untuk mengalami ejakulasi retrogade akan meningkat jika Anda memiliki kondisi sebagai berikut:
Tidak adanya faktor-faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat mengalami retrograde ejaculation.
Belum ada perhitungan yang pasti akan berapa lama Anda mengalami kondisi ini karena dilihat terlebih dahulu apa penyebabnya.
Apabila ejakulasi terbalik terjadi karena efek samping pengobatan, kondisi ini akan berhenti ketika dokter mengganti dengan jenis obat berbeda.
Namun, ketika penyebabnya berupa kerusakan otot atau saraf yang cuku parah, mungkin kondisinya bisa permanen.
Kemungkinan ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko ejakulasi terbalik, konsultasikanlah pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.
Ejakulasi retrograde atau ejakulasi terbalik tidak menyebabkan rasa sakit atau komplikasi kesehatan yang serius.
Namun, ada kemungkinan saat Anda mengetahui air mani tidak keluar akan terjadi perasaan tertekan sehingga mengganggu kenikmatan seksual.
Hal ini pun bisa berujung mengalami stres serta kualitas seks yang berkurang.
Kondisi ini bukan berarti terjadi kelainan sperma atau tidak sehat, tetapi karena sperma tidak sampai menuju sel telur.
Saat mendiagnosis retrograde ejaculation, dokter mungkin akan melakukan beberapa hal di bawah ini, seperti:
Apabila mengalami orgasme kering tetapi dokter tidak menemukan sperma di kandung kemih, Anda mungkin mempunyai masalah lainnya seperti produksi sperma yang sedikit.
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.
Ejakulasi retrograde atau ejakulasi terbalik tergolong tidak berbahaya, tidak menyakitkan, dan tidak masalah jika tidak diobati.
Akan tetapi, kondisi ini dapat menyebabkan kemandulan atau masalah kesuburan pada pria.
Pengobatan ejakulasi terbalik bisa dilakukan dengan cara pembedahan.
Ini dilakukan unutk memperbaiki otot sfingter dalam saluran kandung kemih juga mengeluarkan sperma yang sudah bocor dan terkumpul di kandung kemih.
Jika kondisi Anda tidak perlu dibedah, dokter mungkin meresepkan Anda beberapa obat tertentu.
Namun, hal ini berlaku apabila ejakulasi terbalik bukan disebabkan oleh operasi yang menyebabkan perubahan permanen pada anatomi.
Beberapa obat-obatan yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi kondisi ini, diantaranya adalah:
Perlu diketahui apabila obat-obatan ini dapat membantu menjaga otot leher kandung kemih tetap tertutup selama ejakulassi.
Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk meminimalisir terjadinya efek samping berkepanjangan.
Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi ejakulasi retrogade:
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
Publishing, H. (2020). Retrograde Ejaculation – Harvard Health. Retrieved 12 August 2020, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/retrograde-ejaculation-a-to-z
Retrograde ejaculation – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 12 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retrograde-ejaculation/symptoms-causes/syc-20354890
Retrograde ejaculation – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 12 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retrograde-ejaculation/diagnosis-treatment/drc-20354896
Parnham, A., & Serefoglu, E. (2016). Retrograde ejaculation, painful ejaculation and hematospermia. Translational Andrology And Urology, 5(4), 592-601. doi: 10.21037/tau.2016.06.05
Retrograde ejaculation Information | Mount Sinai – New York. (2020). Retrieved 12 August 2020, from https://www.mountsinai.org/health-library/diseases-conditions/retrograde-ejaculation