Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya
“Mosok mbendino sego pecel. Sekali-kali mangan rawon lah.” Ungkapan itu sudah umum. Sering kita dengar. Di warkop, kantin kantor, tempat parkir atau bahkan di pujasera mal terkenal. Biasanya diucapkan oleh laki-laki.
Baca juga: Rampas Tas Wanita untuk Nyabu, Dua Pejambret Apes Ditangkap Massa
Banyak yang mengartikan jika pria mengucapkan itu, biasanya sedang marah-marahan dengan istrinya, just fun alias sekadar guyonan atau sedang benar-benar bosan dengan pasangannya. Nah, alasan ketiga inilah yang saat ini sedang terjadi di rumah tangga Donwori dan Karin.
Donwori, 32, ketahuan sedang cari ‘nasi rawon’. Maksudnya: selingkuh. Karin sendiri yang ngonangi. Ia tahu dari jejak digital alias chat di WhatsApp (WA).
Perempuan 30 tahun itu tidak menyangka, suaminya berbuat setega itu kepadanya. Sudah berusaha menjadi istri yang terbaik malah ditinggal selingkuh. Saat ketahuan selingkuh, Donwori mengaku kalau istrinya itu kurang bisa membahagiakannya. “Saya kurang apa, sampai suami bilang gitu. Nggak habis pikir, ia bisa setega itu,” sambat Karin.
Perselingkuhan itu dilakukan Donwori ‘hanya’ karena ia bosan. Lantas, ia ingin menambah istri. Otomatis Karin diduakan. Namun Karin menolak diduakan. Karena hal tersebut, Donwori pun memilih berselingkuh di balik hubungan rumah tangganya dengan Karin.
Sudah setahun ini Donwori menyembunyikan perselingkuhannya dengan Sephia, 25. Meskipun disembunyikan, lama kelamaan hubungan mereka pun diketahui Karin. “Saya tahu lewat HP suami saya. Dia bilang mau cerai dari saya. Terus janji akan menikahi selingkuhannya itu,” jelas Karin.
Setelah tahu suaminya selingkuh, Karin memilih cerai. Menurutnya, Donwori sudah tidak bisa lagi sebagai seorang suami. Akhirnya pernikahan selama empat tahun itu pun berakhir. “Tidak bahagia dan bosan bukan jadi alasan. Kalau emang dasarannya seneng selingkuh ya kayak gitu jadinya,” kata Karin. (*/opi)