Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengguna jalan khususnya di perlintasan kereta api belakangan menjadi sorotan.
Seperti diketahui ada beberapa kejadian di perlintasan kereta api yang cukup menonjol.
Pertama, sebuah bus tersangkut palang pintu perlintasan kereta api di dekat Stasiun Solo Balapan, Jumat (14/6/2019).
Kejadian lainnya adalah sebuah kendaraan pribadi tertabrak kereta api di perlintasan yang tak berpalang pintu di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (14/6/2019) malam.
Baca: Nasihat Ruth Sahanaya Kepada Putrinya Tentang Pasangan Hidup
Baca: Nasehat Jeremy Teti Untuk Penderita Kanker Otak, Unggah Foto Bersama Agung Hercules
Baca: Perum Bulog Yakin Bisa Raih 70 Persen Pasar BPNT
Kemudian, seorang pengendara motor nyaris tertabrak kereta api karena nekat menerobos palang pintu kereta di perlintasan Kereta Api, Kiaracondong, Bandung, Sabtu (15/6/2019).
Melihat beberapa kejadian tersebut, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan, Cris Kuntadi, merasa prihatin dengan tindakan para pengemudi kendaraan bermotor.
“Ketiga kejadian tersebut membuktikan bahwa kesadaran masyarakat akan keselamatan berkendara masih perlu ditingkatkan lagi,” kata Cris Kuntadi di Jakarta, Senin (17/06/2019).
Menurutnya, saat ini pemerintah telah menginisiasi program keselamatan berkendara, baik melalui regulasi maupun imbauan kepada masyarakat.
“Namun program tersebut perlu disebarluaskan lagi melalui media yang ada, baik televisi, radio, elektronik, cetak maupun media sosial,” ujar Cris.