VIVA – Di sejumlah negara Barat, pada akhir Oktober ada perayaan unik yang rutin digelar, namanya Halloween. Meski di Indonesia tak seramai di negara-negara tersebut, namun sebagian orang ikut merayakannya.
Dalam perayaan Halloween, biasanya orang akan mengenakan kostum seram atau unik. Tapi, sebelum Anda ikut larut dalam kemeriahan pesta Halloween, ketahui dahulu fakta di balik Halloween seperti dikutip dari laman Oddee berikut ini.
1. Awal ditemukan
Asal mula Halloween sebenarnya masih dikelilingi misteri sama dengan seluruh perayaan di hari itu. Tapi, banyak yang percaya bahwa perayaan ini didasarkan pada sebuah festival penyembah roh oleh bangsa Celtic yang disebut dengan Samhain, artinya 'akhir musim panas'.
Saat itu, festival tersebut diyakini merupakan sebuah acara di mana makhluk supranatural akan masuk ke dunia manusia dan manusia hidup bisa bersatu dengan mereka yang sudah mati. Dikatakan juga bahwa festival itu adalah waktu untuk mengumpulkan makanan dan bahan-bahan lainnya sebagai persiapan memasuki musim dingin. Tapi sayangnya, sedikit sekali informasi yang ada mengenai kaitan antara Halloween dengan Samhain, tapi festival ini nampaknya yang paling dekat dengan Halloween sejauh ini.
2. Tradisi trick or treat
Di Abad Pertengahan, anak-anak biasanya mengenakan kostum dan meminta uang atau makanan selama Hallowmas. Hallowmas merupakan jawaban dari Gereja Katolik untuk menghilangkan Samhain. Dengan menggabungkan berbagai kebiasaan dan tradisi dari festival pagan Celtic kuno, mereka menciptakan perayaan baru.
Selama perayaan ini, anak-anak akan memberikan doa dan lagu sebagai bayaran makanan atau uang yang diterima. Tradisi ini disebut dengan 'souling', dan setelah bertahun-tahun kemudian, tradisi berevolusi menjadi apa yang disebut dengan 'guising'. Di Inggris, anak-anak kecil akan memakai kostum dan menyanyikan lagu atau melakukan pertunjukkan, dan praktik ini dibawa ke Amerika di akhir abad 19. Saat tradisi ini tiba di sana, berubahlah menjadi apa yang dikenal dengan trick or treat.