Saya berharap Anda telah membaca artikel Teknik Dasar Induksi dalam Hipnosis sebelum Anda membaca bagian ini. Saya juga berharap Anda sudah membaca beberapa artikel terkait di bawah kategori “informasi dasar” dari blog ini. Dengan demikian, Anda bisa mengerti isi artikel ini secara lebih mudah; terutama jika Anda benar-benar baru dalam dunia hipnosis.
Kali ini saya ingin berbagi pengetahuan teknis mengenai induksi hipnosis dengan menggunakan media atau alat. Pada dasarnya induksi dapat dilangsungkan secara verbal tanpa menggunakan media apapun. Penggunaan media pada dasarnya hanya sebagai alat bantu untuk memudahkan klien agar fokus pada suatu objek.
Ada beberapa media (selain tangan) yang biasanya digunakan untuk menginduksi klien. Media-media tersebut di antaranya adalah:
- Bandul;
- Gambar animasi;
- Lilin atau lampu;
- Foto atau gambar;
- Musik;
- Benda lain yang unik dan menarik.
Saya tidak akan menjelaskan semuanya karena pada dasarnya semua media memiliki tujuan yang sama (terkecuali jika media tersebut berhubungan langsung dengan tujuan hipnosis seperti pisau yang digunakan untuk membunuh, cincin pernikahan, dan lain-lain).
Mengapa para hipnotists menggunakan bandul? Karena bandul bergerak secara leluasa namun mata klien berkerak mengikuti bandul. Jika mata bergerak mengikuti bandul, maka pikiran akan bergerak mengikuti sugesti. Hal ini disebabkan oleh kemampuan fokus klien yang meningkat turut meningkatkan sugestibilitas klien.
Gantunglah sebuah bandul di hadapan klien. Saya sarankan Anda untuk meletakkan bandul agak lebih tinggi dari pandangan klien. Hal ini dapat mempercepat proses induksi. Kebanyakan orang mengira bahwa klien menutup mata karena mengalami kelelahan ketika mengikuti gerakan bandul. Ini tidak sepenuhnya benar. Gerakan mata yang mengikuti bandul menyebabkan pikiran “tidak bergerak” atau “terikat” pada “mata”. Saran saya yang lain adalah, janganlah berada tepat di hadapan klien. Bandul sebaiknya tidak berada di antara Anda dan klien agar mata dan pikiran klien tidak terganggu. Carilah posisi yang nyaman bagi Anda dan klien, namun tidak tepat di hadapan klien.
Stagnasi yang dialami oleh pikiran merupakan celah dari faktor kritis pikiran sadar. Inilah sebabnya saat mata klien sudah benar-benar mengikuti bandul dan ekspresi wajah klien sudah mulai terlihat datar maka sugesti induksi sangat mudah diterima oleh klien.
Gerakkan bandul tersebut secara lembut dan mintalah klien untuk mengikutinya dengan mata. Gerakan bandul harus berirama dan Anda harus mampu mengontrolnya. Gerakan horisontal yang tidak berbentuk bundaran sangat baik untuk hal ini. Pada saat yang sama, berikanlah sugesti misalnya:
Dan mata Anda terus mengikuti bandul ini… kemana bandul ini bergerak, di sana pikiran Anda berada. Dan Anda pun berhasil fokus pada diri Anda sendiri dan bandul itu merupakan bagian dari diri Anda sendiri. Biarkan tubuh Anda rileks dan pikiran Anda berada dalam kedamaian yang dalam… nikmati perasaan yang membuat mata Anda begitu ingin tertutup…
Sambil bandul terus bergerak, turunkan bandul perlahan-lahan (dalam keadaan terus bergerak) agar mata klien mengikutinya hingga mata klien tertutup. Pada saat ini, meskipun mata klien telah tertutup, namun “mata pikiran” klien masih mengikuti bandul tersebut dan berikan sugesti induksi yang lebih kuat untuk membawa klien ke kondisi hipnosis.
Media menyebabkan pikiran klien “terikat” seperti mata klien yang “terikat” pada objek. Ini menyebabkan pikiran klien mengalami “stagnasi” sehingga faktor kritis pikiran sadar klien menjadi “lengah” dan mudah “dimasuki” oleh sugesti.