RI, Kuwait dan Afrika Selatan mengajukan rancangan pernyataan yang mendesak DK PBB bertindak membela hak-hak warga Palestina. Rancangan itu sudah diedarkan kepada DK PBB yang beranggotakan 15 negara pada hari Selasa. Namun, Washington yang merupakan sekutu Zionis memblokirnya.
Israel mengatakan 10 gedung apartemen yang dihancurkan pada hari Senin—sebagian besar masih dalam pembangunan—telah dibangun secara ilegal dan menimbulkan risiko keamanan bagi angkatan bersenjata Israel yang beroperasi di sepanjang tembok pemisah yang melintasi Tepi Barat.
Para pejabat PBB, yang telah meminta Israel untuk menghentikan rencana pembongkaran, mengatakan 17 warga Palestina menghadapi penggusuran.
Baca Juga:
Rancangan pernyataan untuk DK PBB yang disusun Kuwait, Indonesia dan Afrika Selatan terdiri dari lima paragraf. Rancangan pernyataan itu berisi keprihatinan serius. "Memperingatkan bahwa penghancuran itu merusak kelangsungan solusi dua negara dan prospek untuk perdamaian yang adil dan abadi," bunyi rancangan pernyataan tersebut yang dilihat Reuters, Kamis (25/7/2019).
Menurut para diplomat PBB, rancangan pernyataan seperti itu harus disepakati melalui konsensus, dan pada hari Rabu waktu New York, Amerika Serikat mengatakan kepada para anggota DK PBB bahwa mereka tidak dapat mendukung rancangan teks itu.
Draf tiga paragraf telah direvisi dan diedarkan lagi. Namun, Amerika Serikat kembali mengatakan tidak setuju dengan teks tersebut.
Amerika Serikat telah lama menuduh PBB bersikap bias anti-Israel. Washington bersumpah akan melindungi sekutunya dari tindakan Dewan Keamanan PBB.