JaDI Nilai Hoaks Kotak Suara Kardus dan Orang Gila Menggangu Pemilu
Direktur Eksekutif Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sumut, Nazir Salim Manik menilai ada dua isu
"Lawan terus hoaks, karena itu harga mati. Kritik, silahkan tapi sehat dan membangun. Kedepan atau pemilu 2019 berjalan dengan baik," katanya.
Pria berkacamata itu menyebut KPU pertama kali diterpa isu tentang adanya 14 juta orang gila atau tunagrahita yang masuk DPT. Namun, setelah diteliti jumlah tunagrahita yang masuk DPT nasional hanya 54.290 jiwa.
"Jika dipersentasekan 0,28 persen, tidak sampai 1 persen. Di Sumut dari 9.785 ribu lebih jumlah DPT. Orang yang dianggap tuna grahita atau kurang waras hanya 1.714 jiwa, sangat sedikit," paparnya.
Dimasukkannya tunagrahita kedalam DPT, diakuinya sudah berdasarkan ketentuan yang ada mulai dari UU hingga P-KPU.
"Ada juga putusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang menyebut bahwa tunagrahita tidak dicabut hak politiknya. Selain itu ada juga rekomendasi Bawaslu," paparnya.
Tak lupa, Syafrial menyampaikan ucapan terimakasih kepada JaDI dan UMA yang mau menyelenggarakan diskusi dengan tema tolak hoax dan lawan politisasi sara.
"Kalau menurut saya isu ini kalau tidak dibendung akan mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat apakah itu naik atau malah turun," pungkasnya. (gov/tribun-medan.com)
|Rumah Tangga Celine dan Stefan William Dikabarkan Bermasalah, Bagaimana Nasib Tato Pasangan Mereka?|
|Kompak Pakai Batik, Wali Kota Medan dan Putri Presiden Lakukan Aksi Borong di Acara PKK|
|Kevin Aprilio Bagikan Potret Jalani Cangkok Rambut, Addie MS Sampai Berkomentar Begini|
|Evi Masamba Keguguran, Tak Tahu Dirinya Hamil Hingga Akui Main Kuda-kudaan dengan Anak|
|Prabowo Beli 8 Frigat Siluman Mogami dari Jepang, Pengamat: Pesan Kuat buat China di Laut Natuna|