Tim, CNN Indonesia | Senin, 02/09/2019 18:28 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan keterlibatan pihak asing tidak bisa dijadikan 'kambing hitam' atau sumber masalah dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat.
Menurutnya, aparat keamanan seharusnya sudah mengantisipasi keberadaan kelompok asingmelalui operasi intelijen sehingga tidak menjadi bagian yang merusak keamanan dan suasana kondusifdi Indonesia.
"(Pihak asing) itu tidak bisa menjadi kambing hitam karena seharusnya semua itu sudah diantisipasi dan sudah menjadi bagian dari tugas operasi intelijen dan pejabat keamanan serta pertahanan negaraagar kegiatan itu dilakukan kontra intelijen," kata Fahri lewat pesan singkat, Senin (2/9).
Lihat juga: Wiranto: Papua Saat Ini Tidak Dibuka bagi Orang Asing
Berangkat dari itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut meminta pemangku kepentingan terkait bersikap lebih jujur dengan tidak melempar isu keterlibatan asing secara terus-menerus.
Menurutnya, pemerintah harus benar-benar mendengar aspirasi masyarakat dan berbicara dari hati ke hati dalam menyelesaikan masalah Papua.
"Saya mohon pihak lain itu jangan dijadikan terus-menerus sebagai pelempar isu sebenarnya. Ambil gambar besarnya, ambil kesimpulan yang jujur melalui tahapan-tahapan yang sudah saya usulkan," kata Fahri.
Fahri menambahkan hal yang dibutuhkan saat ini adalah dialog untuk mengetahui jalan pikiran masyarakat Papua, bukan membangun jalan raya.
"Semua punya pikiran karena itu ingin bercakap dan ingin agar masalah Papua ini selesai sekali untuk selamanya," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavianmenyebut kelompok masyarakat yang terlibat dalam aksi berujung rusuh di Papua dan Papua Barat, memiliki hubungan dengan pihak asing. Termasuk dengan organisasi di luar negeri.
Lihat juga: Identitas 4 Warga Australia yang Dideportasi dari Papua
"Ada. Kita sama-sama tahu dari kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional," kata Tito seperti yang dikutip dari Antara, Minggu (1/9).
Jenderal bintang empat itu berkata, Polri tengah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Intelijen Negara (BIN) saat ini untuk menangani masalah tersebut.
Menurutnya, pihak-pihak yang diduga menggerakan kericuhan di Papua sudah diketahui.
Lihat juga: Polri Identifikasi Kelompok Asing Terlibat Rusuh di Papua
[Gambas:Video CNN] (mts/pmg)
Warga menyaksikan bangunan yang terbakar saat demonstrasi berujung kerusuhan di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019). (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Petarung kelas berat UFC Jon Jones menolak tawaran sekitar Rp145,8 miliar jika berduel dengan juara bertahan Francis Ngannou.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER