Fotokita.net - Banyak yang menganggap bahwa perempuan di dalam foto di atas adalah seorang muslimah. Tentu saja merujuk pada burka yang dikenakannya.
Ternyata dugaan tersebut salah.
Foto itu pernah tayang melalui akun Instagram resmi National Geographic Indonesia. Media geografi itu mengunggah foto tadi yang menimbulkan tafsir beragam.
Dalam foto hitam-putih itu, seorang bocah yang mengenakan atribut khas penganut Yahudi digandeng oleh seorang yang diduga wanita yang mengenakan burka.
Baca Juga: Amazon Terbakar Seluas 28 Kali Jakarta, Presiden Brasil Malah Tolak Bantuan Dana Negara-negara Maju. Begini Alasannya...
View this post on Instagram
Photo by @michaelchristopherbrown | As I walked through the neighborhood of Mea She'arim, one of the oldest Jewish neighborhoods in Jerusalem, I photographed these members of the Haredi burqa sect, a controversial religious group within Haredi Judaism. Similar to the Haredi group Lev Tahor, Haredi burqa members, concentrated in Beit Shemesh and Jerusalem, believe that modesty requires a burqa-style covering of a woman's entire body, including a veil over the face. I was previously unaware of this sect, and in the moment initially thought perhaps I was photographing a Muslim woman holding hands with a Jewish boy. As I researched this picture, I was intrigued by comments of some of my Instagram followers, one of whom wrote: “I think the interesting thing about the image is all the questions it raises as much as any answers it may hold.”
Namun, jangan merasa terkejut jika Anda termasuk yang salah dalam menafsikan foto tersebut.
Dalam caption dalam postingan tersebut, Michael Christopher Brown yang mengabadikan momen 'tak biasa' itu mengaku dirinya juga sempat menduga bahwa wanita tersebut adalah seorang muslim.
Brown mengisahkan dirinya mengambil foto tersebut saat sedang berjalan di wilayah Mea She'arim, salah satu lingkungan Yahudi tertua di Yerusalem.
Baca Juga: Foto-foto Keresahan Umat Yahudi dalam Menjalani Hidup di Indonesia
Ternyata, wanita tersebut adalah anggota dari sekte Haredi burqa.
Sekte ini dikenal sebagai salah satu sekte kontroversial dalam lingkungan Yahudi.
Kelompok yang banyak tinggal di Beit Shemesh dan Yerusalem ini percaya bahwa kesopanan memerlukan sebuah 'gaya-burka' untuk menutupi seluruh tubuh wanita, dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.
Brown sendiri baru mengetahui fakta tersebut setelah dirinya diberi tahu orang-orang yang mengomentari foto yang diunggah di akun Instagram miliknya tersebut.
Baca Juga: Ketajaman Lensa Darwis Triadi Buktikan Kebaya Bukan Pakaian Adat Biasa. Foto-Foto Ini Buktinya!
Lalu, siapa sebenarnya sekte Haredi burqa?
Mari kita simak ulasannya seperti dilansir dari situs efe.com berikut ini.
Rupanya di Yerusalem terdapat gaya berpakaian untuk wanita yang lebih umum diasosiasikan dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Hal ini sempat didokumentasikan oleh seperti seorang fotografer epa ketika menemuik mereka di jalanan kota suci Yerusalem.
Baca Juga: Dialah Tukang Foto yang Jadi Saksi Pernikahan Tertutup Glenn Fredly dan Mutia Ayu. Yuk, Kita Kenalan...
Perempuan yang mengenakan gaun dari kelompok agama Yahudi yang dikenal sebagai sekte Haredi burqa mengenakan penutup burqa untuk seluruh tubuh mereka.
Tindakan mereka ini sendiri dipandang kontroversial di kalangan ultra-Ortodoks Haredi.
Dalam foto-foto yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dari Haredis ini terlihat mereka pergi untuk bekerja dengan mengenakan yang oleh kaum muslim sering disebut dengan burka tersebut.
Jumlah wanita yang telah mengadopsi gaya berpakaian ini diperkirakan antara 150-300 orang.
Sebagian besar terkonsentrasi terutama di kota-kota Yerusalem, Beit Shemesh, tepat di barat Yerusalem, dan Safed di Israel utara.
Baca Juga: Leluhur Negara Ini Jadikan Ratusan Anak Sebagai Tumbal Buat Hentikan Fenomena Perubahan Iklim. Temuannya Bikin Ahli Terperanjat
Haredis mengklaim bahwa wanita yang berpakaian dengan cara ini akan menerima keselamatan.
Mereka juga mengatakan bahwa ibu-ibu suci dari orang-orang Yahudi secara historis menutupi diri mereka sekitar 3.500 tahun yang lalu.
Perempuan yang tergabung dalam kelompok ultra-Ortodoks ini mengikuti ajaran Rabbi Moses ben Maimon, yang dikenal sebagai Rambam dan merupakan salah satu penengah besar hukum Yahudi sepanjang zaman.
Baca Juga: Benarkah Sriwijaya Fiktif? Foto-foto Hasil Penelusuran Tim Ahli Arkeologi Ini Jadi Bukti Kebesaran Kerajaan Itu
Pada abad ke-12, dia mengatakan wanita Yahudi harus menunjukan kesopanan dengan menutupi seluruh tubuh mereka ketika keluar rumah.
Kebanyakan rabi modern menolak pandangan tersebut. (Ade Sulaeman/Intisari Online)
|Penulis||:||Bayu Dwi Mardana Kusuma|
|Editor||:||Bayu Dwi Mardana Kusuma|
KOMENTAR