Unjuk rasa anarkistis ini dipicu isu ada salah satu guru SMA PGRI pada Sabtu kemarin 22 September 2019 melontarkan kata-kata rasis kepada salah satu murid asli Papua.
Akibatnya ribuan massa mulai berkumpul di Kota Wamena dan melakukan unjuk rasa yang berujung anarkistis. Sampai saat ini aparat keamanan terdiri dari Polres Wamena dan Kodim masih bersiaga di tengah Kota.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto saat dihubungi SINDOnews membenarkan adanya aksi unjuk rasa yang berujung anarkistis.
Baca Juga:
"Saat ini aparat jajaran Kodam Cenderawasih masih memantau perkembangan yang ada di lapangan. Nanti kalau infonya sudah lengkap akan disampaikan," kata Kapendam saat dihubungi SINDOnews via ponselnya.
(sms)