CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 13:12 WIB
Mohamad Taufik memastikan pertemuan PKS-Gerindra Jakarta sore nanti. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengaku masih heran dengan ancaman PKS DKI Jakarta. PKS Jakarta sebelumnya mengancam matikan mesin partai untuk Pilpres 2019 jika kursi wakil gubernur DKI bukan di pihaknya.
Taufik mengatakan, mesin partai tak bisa disamakan dengan sebuah mobil yang mesinnya bisa dimatikan kapan saja. "Emang mobil, bisa dimatiin," ujarnya, Senin (5/11).
Taufik mengatakan, ancaman untuk mematikan mesin partai yang kemarin sempat disampaikan itu juga akan dibahas dalam pertemuan sore nanti. DPD Gerindra DKI dan DPW PKS DKI direncanakan melakukan pertemuan di Kantor DPD Gerindra sekitar pukul 15.00 WIB. "Iya (dibahas juga)," kata Taufik saat dikonfirmasi, Senin (5/11).
PKS DKI mengancam akan mematikan mesin partainya di Ibu Kota terhadap pemenangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.
Lihat juga: Diundang Bahas Wagub DKI, PKS Akan Dengarkan Dulu Gerindra
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurahman Suhaimi menekankan hampir seluruh kader, terutama kader muda PKS DKI Jakarta mengancam akan melakukan hal tersebut jika posisi wakil gubernur DKI tidak diberikan kepada partainya.
"Hampir seluruh kader PKS kecewa, terutama anak-muda PKS. Kader-kader itu mengancam akan matikan mesin partai untuk Prabowo-Sandi jika janji Gerindra soal wagub DKI tidak dipenuhi," kata Suhaimi kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/10).
Suhaimi menuturkan kader PKS Jakarta akan tetap memegang janji Gerindra yang akan menyerahkan posisi wagub DKI ke PKS. Apalagi, sambungnya, keputusan 'tingkat tinggi' yang dihasilkan oleh Gerindra dan PKS memutuskan agar koalisi bergerak memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 dan kursi wagub DKI diserahkan kepada PKS.
Lihat juga: Pikir-pikir Gerindra soal Wagub: Sosok Anies dan Mesin PKS
Atas dasar itu, Suhaimi mengaku wajar jika kader PKS sampai di tingkat ranting sudah banyak yang kecewa karena faktanya sampai hari ini Gerindra DKI masih bersikukuh menyodorkan nama Mohamad Taufik.
"Kader PKS sudah kesal, kok urusan Wagub DKI saja tidak bisa komitmen karena awalnya yang dijanjiin PKS. Kekesalan itu diarahkan ke Gerindra," ucap Abdurrahman. (dis/ain)
Kursi wakil gubernur masih panas sepeninggal Sandiaga Uni. Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
KPK bakal mempertimbangkan SP3 sejumlah kasus lama usai menyetop penyidikan perkara BLBI yang menjerat Sjamsul Nursalim dan istri.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER