CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 14:45 WIB
Ilustrasi- Polisi menangkap Dwi Irianto terkait dugaan pengaturan skor. (REUTERS/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengkonfirmasi ditangkapnya Dwi Irianto alias Mbah Putih di Yogyakarta, Jumat (28/12), terkait dugaan pengaturan skor.
Dwi Irianto alias Mbah Putih ditangkap di Hotel New Shapire, Yogyakarta.
"Ya betul, yang bersangkutan [Dwi Irianto, Anggota Komdis PSSI] sudah ditangkap di Yogyakarta oleh tim dan saat ini sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta untuk ke pemeriksaan lebih lanjut," ucap Dedi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/12).
Lihat juga: Ma'ruf Amin: Pengaturan Skor Buat Sepak Bola Indonesia Mandek
Dwi Iriantoatau yang dikenal dengan julukan Mbah Putih merupakan orang keempat yang ditangkap pihak kepolisian terkait kasus pengaturan skor. Sebelumnya, polisi juga telah menangkap tersangka berinisial P di Semarang, A di Pati, Jawa Tengah dan Anggota Exco PSSI Johar Lin Eng di Bandara Halim Perdanakusuma saat tiba di Jakarta dari Solo, Kamis (27/12) pagi.
Satgas Antimafia Bola sebelumnya mendapatkan informasi dari Lasmi Indriyani yang melaporkan ada kegiatan-kegiatan yang dirasa tidak pas dalam kegiatan persepakbolaan, terutama dalam kompetisi Liga 2 dan Liga 3 yang ada di daerah Jawa Tengah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono sebelumnya mengatakan Tim Satgas Antimafia Bola kemudian bekerja ke kota-kota daerah Jawa Tengah. Sejauh ini, Satgas sudah memeriksa sekitar 11 saksi sebelum melakukan gelar perkara berdasarkan keterangan saksi penyidik pada Senin (24/12) untuk menentukan naik sidik. (TTF/bac)
Lihat juga: Manajer Khabib: Mayweather Tak Punya Nyali Bertarung MMA
Laga perebutan tempat ketiga Liga 2 antara Kalten Putra melawan Persita Tangerang. (Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA EDUSPORTS
SAAT INI
Satgas mengklaim angka pemeriksaan Indonesia terus meningkat dan telah memenuhi standar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER