CNN Indonesia | Minggu, 20/01/2019 18:48 WIB
Jokowi dinilai salah langkah dengan memborong sabun Rp2 miliar. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memborong 100 ribu botol sabun senilai Rp2 miliar, tidak tepat sasaran. Jokowi membeli sabun cuci senilai Rp2 miliar tersebut saat mengunjungi Garut, Jawa Barat.
Direktur Eksekutif Center Budgetting Analys (CBA) Ucok Sky Khadafimengatakan jika Jokowi bertujuan untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), maka lebih bijak lewat pengembangan program dan saluran distribusi produk, bukan dengan membeli produk dalam jumlah banyak.
"Kalau cuma borong sabun meskipun dari uang pribadi tidak akan berimbas panjang terhadap UMKM," kata Ucok kepada CNNIndonesia.com, Minggu (20/1).
"Dengan cara tersebut, publik bisa menilai ini cuma pencitraan," imbuhnya.
Lihat juga: Tim Jokowi Sebut MUI dan NU Ikut Gerilya di Basis Prabowo
Uchok mengatakan aksi Jokowi itu justru mencotohkan sikap berlebihan di depan publik. Uchok yakin mantan Wali Kota Solo itu menggunakan dana pribadinya untuk membeli 100 ribu botol sabun cuci.
Selain pengembangan pasar bagi produk UMKM, Ucok bilang pemerintah seyogyanya membantu peningkatan kualitas produk UMKM sehingga bisa bersaing di pasar.
"Dengan Pak Jokowi membeli sabun Rp2 miliar maka memperlihatkan kalau kementerian gagal dalam membuka akses dan pendanaan," kata Ucok.
Lihat juga: Jokowi Beli Sabun Cuci Rp2 Miliar, TKN Sebut Bukan Sandiwara
Sementara itu, Divisi Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Gul Fino menyatakan jika sikap Jokowi tersebut merupakan hak pribadi. Toh, ia mempercayai jika Jokowi tidak menggunakan uang rakyat untuk membeli produk tersebut.
"Terlepas itu belinya sampai Rp2 miliar, sekali lagi jika harganya normal segitu dan menggunakan uang Pak Jokowi, tidak ada yang salah," kata Fino.
Ia menambahkan tidak ada aturan yang mengatur pengeluaran dan konsumsi presiden, selama uang yang dikeluarkan murni dari kantong pribadinya.
Fino, sapaan akrabnya mengatakan sebaiknya publik tidak membesar-besarkan sikap Jokowi itu, kecuali Jokowi tidak memenuhi transaksinya.
Lihat juga: Penjual Sabun Kaget Jokowi Borong Sabun Cuci Rp2 Miliar
"Tidak ada batasan-batasannya. Jadi kita berangkatnya dari sana saja," kata Fino.
Sebelumnya, Jokowi memborong 100 ribu botol sabun milik salah satu kelompok usaha di Garut, Eli Liawati. Harga satu botol sabun cuci berisi satu liter itu sebesar Rp20 ribu. Dengan demikian, total uang yang harus dikeluarkan Jokowi adalah Rp2 miliar.
Jokowi lantas memberikan uang muka pembelian sebesar Rp10 juta sebagai tanda jadi. Eli pun menyanggupi pesanan Jokowi itu dan akan rampung akhir Februari 2019.
(ulf/sur)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Sidney membuka kemungkinan lone wolf mungkin terjadi lagi karena penyebaran paham radikalisme hingga perekrutan kelompok teror di media sosial.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER