TRIBUNMANADOWIKI.COM - Di Sulawesi Utara, khususnya Manado dan Minahasa, istilah RW bukan merupakan kependekan dari rukun warga.
'RW' adalah eufemisme (ungkapan lebih halus) untuk menyebut anjing.
RW merupakan kependekan kata rintek wu'uk ( bahasa Minahasa), yang artinya rambut atau bulu halus.
"Di Manado dan Minahasa, mengkonsumsi daging anjing bukanlah hal yang aneh," ujar Soleman Montori, akademisi yang juga mantan kepala bagian humas dan protokoler Kota Manado.
Itu baginya hal yang biasa dan sudah dilakukan sejak nenek moyang.
Memakan daging anjing juga merupakan bagian dari pusaka kuliner, yang tercatat dalam sejarah.
Daging yang umumnya yang dikonsumsi adalah daging anjing peliharaan.
Anjing ini memiliki standar higienis (sehat dan bebas dari rabies).
Kandungan protein dan kalori yang tinggi menjadi alasan untuk mengkonsumsi daging anjing.
Mengkonsumsi daging anjing dipercaya mampu mengembalikan stamina usai bekerja keras, menaikkan libido pria, menghangatkan suhu tubuh, menyembuhkan asma, memperbaiki sum-sum tulang, menguatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan sel darah merah, dan mencegah beberapa jenis penyakit lainnya.
Di dalam buku "Tabel Komposisi Pangan Indonesia," diterbitkan tahun 2010 disebutkan bahwa di dalam 100 gram daging anjing terkandung 1071 mg kalsium; air sebanyak 60, 8 gr; energi sebanyak 198 kkal; protein sebanyak 24, 6 gr dan 0,9 gr karbohidrat.
Tradisi kuliner mengkonsumsi daging anjing di Manado dan Minahasa, dan daerah lainnya di Sulawesi Utara, merupakan tradisi kuliner yang berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia bahkan dunia.
--
(TRIBUNMANADOWIKI.COM/David Manewus)