“Wahai Rasulullah, apakah hak istri salah seorang dari kami yang wajib ditunaikan suaminya?”
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,
أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ، وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ، وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِي الْبَيْتِ
“Engkau beri makan istrimu apabila engkau makan dan engkau beri pakaian apabila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukul wajahnya, jangan menjelekkannya[1], dan jangan memboikotnya (mendiamkannya) kecuali di dalam rumah.” (HR. Abu Daud)
Hak-hak Istri yang Wajib Ditunaikan Suami
Dinukil dari kitab "Shifat A-Zauf Ash-Salih wa Az-Zaujah Ash-Shalihah' Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi menjelaskan, beberapa hak yang dimiliki seorang istri terhadap suaminya, di antaranya, mendapatkan mahar, digauli suami dengan akhlak mulia, diberikan nafkah, diberikan tempat tinggal dan suami wajib berbuat adil kepada istri-istrinya.
Tentang hak-hak istri dalam rumah tangga ini, dirangkum dari berbagai sumber inilah penjelasannya;
1. Mendapat mahar
Mahar ini hukumnya wajib dengan dalil ayat Allah Ta'ala,