Merdeka.com - Peristiwa mengharukan terjadi di Jember. Seorang balita perempuan berusia 14 bulan berinisial N, hidup sendirian selama tiga hari tanpa makan dan minum. Balita mungil ini terkurung di rumahnya bersama sang ayah ternyata sudah meninggal 3 hari lalu. Saat ditemukan tetangganya, N bahkan sedang memeluk jenazah sang ayah yang kondisinya sudah mulai menghitam itu.
Awalnya, warga curiga lantaran mendengar N terus menangis dari rumahnya di Perumahan Kaliwining Asri, Dusun Bedadung Kulon, Rambipuji, Jember. Teriakan Nisa semakin keras pada Rabu (14/8) malam. Warga langsung menuju ke rumah N. Namun saat itu pintu masih terkunci.
"Akhirnya kita lapor ke polisi dan didobrak paksa. Kita semua nelangsa, terharu melihatnya. Bahkan pak polisi yang menggendong anak itu juga ikut menangis," tutur Umi Kulsum, tetangga korban yang menjadi saksi mata.
Ditemukannya bayi itu seperti mukjizat karena bocah malang ini bisa bertahan 3 hari tanpa makan dan minum.
"Langsung diberi air gula dulu, karena balita ini dehidrasi. Sempat muntah dan kita mandikan juga. Terus di kasih susu," ujar Umi Kulsum yang juga berdinas sebagai bidan di Puskesmas Rambipuji ini.
Selama ini, N memang hanya hidup berdua dengan Fauzi, sang ayah. Sedangkan ibunya sudah lama merantau bekerja di luar negeri. Meninggalnya Fauzi, ayah N diduga karena sakit.
"Memang korban ada riwayat diabetes," ujar Kapolsek Rambipuji, AKP Sutarjo saat dikonfirmasi.
Dari pemeriksaan para saksi, polisi menegaskan bahwa korban diperkirakan meninggal sejak hari Senin.
"Karena hari Minggu pagi, korban Fauzi masih terlihat ikut hadir tasyakuran. Lalu Minggu sore sudah tidak terlihat," lanjut Sutarjo.
Setelah beberapa jam dievakuasi, kondisi N mulai membaik. "Kita titipkan ke tetangganya sambil menunggu ibu kandungnya datang. Sudah dihubungi," pungkas Sutarjo. (mdk/noe)
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami