Misteri Garis Imajiner Gunung Merapi, Keraton, Hingga Laut Selatan yang Melegenda
Tata ruang daerah ini memiliki keistimewaan berupa garis imajiner yang masih satu garis lurus, terbentang dari Gunung Merapi, Kraton, laut selatan
TRIBUNJOGJA.COM - Keraton Yogyakarta menjadi pusat konsep tata ruang di DIY.
Tata ruang daerah ini memiliki keistimewaan berupa garis imajiner yang masih satu garis lurus, terbentang dari Gunung Merapi, Kraton, hingga laut selatan.
Selain garis imajiner, Yogyakarta juga memiliki sumbu filosofis yakni Tugu, Keraton dan Panggung Krapyak, yang dihubungkan secara nyata berupa jalan.
Sumbu filosofis itu melambangkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan sesama manusia, serta manusia dengan alam.
Seperti dikutip dari laman etd.repository.ugm.ac.id, Panggung Krapyak ke utara hingga Kraton melambangkan sejak bayi dari lahir, beranjak dewasa, berumah tangga hingga melahirkan anak.
Sedangkan dari Tugu ke Kraton melambangkan perjalanan manusia kembali ke Sang Pencipta.
Tugu Golong Gilig dan Panggung Krapyak juga merupakan simbol Lingga dan Yoni yang melambangkan kesuburan.
Dari kesemuanya itu, Keraton Yogyakarta menjadi pusatnya.
Keraton Yogyakarta dianggap suci karena diapit enam sungai secara simetris yaitu sungai Code, Gajah Wong, Opak Winongo, Bedhog dan sungai Progo.
Ada pula Gunung Merapi dan Pantai Selatan yang menjadi ujung garis imajiner, dengan Keraton berada tepat di tengah-tengah keduanya.
|Inilah 4 SHIO yang Bisnisnya Diramal Melejit dan Bakal Cuan di Bulan April 2021|
|KGPH Hadiwinoto Dimakamkan Bersebelahan dengan BRAy Roswarini dan GBPH Cakraningrat di Hasta Renggo|
|7 Zodiak Paling Beruntung, Jumat 2 April 2021 : Ada yang Menuai Manfaat|
|Inilah April Mop Paling Menggemparkan Dunia, Bikin Skenario Gunung Meletus!|
|Kirim Karangan Bunga, Presiden Jokowi Turut Berduka Atas Meninggalnya KGPH Hadiwinoto|