Kapsaisin
|Nama|
|Nama IUPAC (preferensi)|
|Nama lain|
|Penanda|
|ChEBI|
|ChEMBL|
|ChemSpider|
|Nomor EC||206-969-8|
|KEGG|
|UNII|
|Sifat|
|C18H27NO3|
|Massa molar||305,42 g·mol−1|
|Penampilan||kristal bubuk putih[1]|
|Bau||sangat mudah menguap dan menyengat|
|Titik lebur||62 hingga 65 °C (144 hingga 149 °F; 335 hingga 338 K)|
|Titik didih||210 hingga 220 °C (410 hingga 428 °F; 483 hingga 493 K) 0.01 Torr|
|0.0013 g/100 mL|
|Kelarutan||larut dalam alkohol, eter, benzena|
|Tekanan uap||×10−8 mm Hg at [2]|
|λmaks||280 nm|
|Struktur|
|monoklinik|
|Farmakologi|
|Kode ATC||M02AB01|
|Licence data|
|Bahaya|
|Bahaya utama||Toxic (T)|
|Lembar data keselamatan||Capsaicin, Natural MSDS|
|Frasa-R||R24/25|
|Frasa-S||S26, S36/37/39, S45|
|verifikasi (apa ini|
|Sangkalan dan referensi|
8-Methyl-N-vanillyl-trans-6-nonenamide
trans-8-Methyl-N-vanillylnon-6-enamide
(E)-Capsaicin
Capsicine
Capsicin
CPS
- InChI=1S/C18H27NO3/c1-14(2)8-6-4-5-7-9-18(21)19-13-15-10-11-16(20)17(12-15)22-3/h6,8,10-12,14,20H,4-5,7,9,13H2,1-3H3,(H,19,21)/b8-6+Key: YKPUWZUDDOIDPM-SOFGYWHQSA-N
- InChI=1/C18H27NO3/c1-14(2)8-6-4-5-7-9-18(21)19-13-15-10-11-16(20)17(12-15)22-3/h6,8,10-12,14,20H,4-5,7,9,13H2,1-3H3,(H,19,21)/b8-6+Key: YKPUWZUDDOIDPM-SOFGYWHQBQ
agak larut dalam CS2 (karbon disulfida), HCl, dan minyak
N01BX04
|Kapsaisin|
|Berkas:Hottest-chili-rating.gif|
|Tingkat kepedasan||Diatas nilai tertinggi|
|Skala Scoville||15,000,000–16,000,000 SHU|
Kapsaisin (bahasa Inggris: Capsaicin, /kæpˈseɪ.ɪsɪn/ (INN); 8-methyl-N-vanillyl-6-nonenamide) adalah komponen aktif dari cabai, yang merupakan tanaman dari genus Capsicum. Zat ini menyebabkan iritasi pada mamalia, termasuk manusia, dan menghasilkan sensasi terbakar (pedas) di jaringan mana pun yang bersentuhan dengannya. Kapsaisin dan beberapa senyawa terkait yang disebut kapsaikinoida dan diproduksi sebagai metabolit sekunder oleh cabai. Produksi zat ini mungkin bertujuan sebagai bentuk adaptasi tumbuhan untuk menghambat mamalia dan jamur tertentu.[3]
Skala Kapsaisin[sunting | sunting sumber]
Rasa pedas ini diukur dengan skala yang disebut Scoville. Kapsaisin murni mengandung 15 juta Scoville. Menurut Guinness Book of Records, cabai paling pedas adalah jenis Red savina habanero dengan ukuran 577 ribu unit Scoville. Tetapi ada klaim sejenis cabai di India, Naga jolokia yang mencapai 855 ribu Scoville.[butuh rujukan]
Kapsaisinoid[sunting | sunting sumber]
Kapsaisin adalah kapsaisinoid yang utama di dalam cabai yang diikuti oleh dihidrokapsaisin. Dua campuran ini juga adalah kapsaisinoid yang dua kali lebih panas dari nordihidrokapsaisin, homodihidrokapsaisin, dan homokapsaisin.
|Jenis kapsaisinoid||Singk.||Persentase||Skala||Struktur Kimia|
|Kapsaisin||C||69%||15.000.000|
|Dihidrokapsaisin||DHC||22%||15.000.000|
|Nordihidrokapsaisin||NDHC||7%||9.100.000|
|Homodihidrokapsaisin||HDHC||1%||8.600.000|
|Homokapsaisin||HC||1%||8.600.000|
kandungan
rata-rata
Scoville
Tidak larut dalam air[sunting | sunting sumber]
Kapsaisin adalah zat nonpolar, tidak bisa dicampur air, persis seperti minyak. Jadi jika terasa pedas tidak akan sembuh dengan meminum air karena kapsaisin tidak larut, bahkan dengan air kapsaisin bisa merata di dalam rongga mulut.[butuh rujukan]
Cara terbaik menghilangkan pedas adalah dengan lemak atau minyak. Kedua zat itu melarutkan kapsaisin sehingga mudah lenyap dari dalam mulut. Kapsaisin juga memiliki efek antikoagulan. Susu juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa pedas. Kasein dalam susu memilki kemampuan menyerap dan menggumpalkan kapsaisin yang ada di lidah.[butuh rujukan]
Lihat pula[sunting | sunting sumber]
Referensi[sunting | sunting sumber]
Pranala luar[sunting | sunting sumber]
- (Inggris) Capsaicin and Its Therapeutic Potential Diarsipkan 2008-07-06 di Wayback Machine.
- (Inggris) Molecule of the Month
- (Inggris) European Commission - opinion of the Scientific Committee on Food on capsaicin
- (Inggris) An online article on popular capsaicin applications by Dave DeWitt