Internasional
China Bangun Kapal Induk Baru Lebih Besar dan Lebih Kuat
China dikabarkan tengah membangun sebuah kapal induk baru yang lebih besar dan lebih canggih daripada yang dua kapal serupa
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - China dikabarkan tengah membangun sebuah kapal induk baru yang lebih besar dan lebih canggih daripada yang dua kapal serupa saat ini.
Kabar ini dilansir Xinhua News Agency dan dikutip Sputniknews, Selasa (27/11/2018) WIB. Dua kapal induk yang telah dimiliki armada laut China saat ini telah resmi dioperasikan.
Keduanya mengambil model kapal induk eks Uni Soviet, yang terakhir dimiliki Ukraina. Kapal induk itu telah dimodifikasi dan memiliki kapabilitas militer baru.
Namun Xinhua tidak merinci spesifikasi kapal induk baru yang tengah dibuat Tiongkok. China News Services secara terpisah menyebut arsenal laut baru itu "lebih besar dan kuat".
Kapal induk pertama China, CNS Liaoning merupakan kapal pengangkut raksasa yang gagal diselesaikan Uni Soviet dari kelas Kuznesov.
Kapal itu siap tempur pada 2016 setelah menjalani perombakan besar-besaran di galangan kapal di negeri tirai bambu itu.
Pada 18 April 2018, CNS Liaoning ambil bagian dalam latihan gabungan di Laut China Selatan.
Agustus lalu, sistem radar dan pusat kendali udara di kapal ini diperbarui.
Baca: Pengumuman Peserta SKB CPNS 2018 Dilakukan Instansi, BKN Kebut Verifikasi Validasi Hasil SKD
Baca: Jadwal Liga Champion 2018 Malam Ini Tayang Live di RCTI, Ada Juve vs Valencia, AEK Athena vs Ajax
Baca: Pesawat Intai AS Terbang di Titik Konflik Serius Ukraina-Rusia
China kini menjadi kekuatan militer terbesar setelah AS dan Rusia. Kemampuan peralatan tempurnya sangat mengagumkan.
Tiongkok sukses mengembangkan pesawat tempur generasi ke-4 yang siluman yang dinamai J-20. Ini merupakan jet tempur pesaing F-22 Raptor, bahkan F-35 buatan AS.
Dalam hal teknologi peluru kendali, China juga sukses mengembangkan rudal balistik antarbenua dan rudal berkecepatan hipersonik.
Dari segi penguasaan global, China kini juga memiliki pangkalan laut di Djibouti, Afrika. Kehadiran pasukan China di Afrika ini memperkuat cengkeraman ekonomi negeri itu di benua hitam ini.
Di Timur Tengah, China juga menunjukkan peran signifikan dengan sokongan kuatnya ke pemerintah Suriah. China akan membantu rehabilitasi infrastruktur negeri yang porakporanda ini.
Sementara di Laut China Selatan, Beijing menunjukkan kekuatan dominannya dengan membangun pulau sekaligus pangkalan militer di wilayah yang dipersengketakan.(Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)
|Tak Ingin Konfrontasi Langsung, Joe Biden Tegaskan China Tak Akan jadi Pemimpin Dunia|
|Seorang Pria di Thailand Mengeluh Sakit Perut, Saat Diperiksa, Dokter Temukan Cacing Pita 17 Meter|
|Perkuat Pertahanan Militer dari Ancaman China, Taiwan Mulai Produksi Massal Rudal Jarak Jauh|
|Satroni Rumah Polisi, Pencuri di Thailand Ini Malah Ketiduran di Kamar Ber-AC, Akhirnya Ditangkap|
|Beberapa Hari Setelah Kunjungan Pejabat AS ke Jepang dan Korsel, Korea Utara Gelar Uji Coba Rudal|