frd, CNN Indonesia | Rabu, 07/08/2019 17:19 WIB
Salah satu peserta Jember Fashion Carnaval 2019. (JUNI KRISWANTO / AFP)
Surabaya, CNN Indonesia -- Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur mengecam keras penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2019, yang dilaksanakan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, 31 Juli-4 Agustus lalu. FPI menilai acara tersebut nirfaedah dan sarat maksiat.
Ketua DPD FPI Jatim Habib Haidar Alhamidmengatakan kecaman terhadap JFC2019 berdasarkan sejumlah foto dan video yang merekam acara itu. Dari foto dan video itu FPImenilaiJFC telah melanggar norma kesusilaan dan norma agama, karena mempertontonkan aurat.
"Kami lihat di lapangan, juga dari bukti foto dan sebagainya, sudah lengkap, acara ini sudah melanggar norma susila, norma agama, melanggar syariat," kata Haidar, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (7/8).
JFC adalah sebuah even karnaval busana yang setiap tahun digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Karnaval ini digagas oleh Dynand Fariz sejak 2001. Dalam acara ini ratusan hingga ribuan masyarakat Jember memperagakan busana etnik nan meriah dengan berbagai tema.
Haidar menilai bahwa JFC hanyalah ajang eksploitasi budaya. Ia mengaku telah menolak gelaran ini sejak lama, dan puncaknya terjadi pada JFC 2019 yang dihadiri aktris Cinta Laura.
Lihat juga: Jember Fashion Carnaval, Pertama Kali Tanpa Dynand Fariz
"Jelas, lah, dia (Cinta Laura) mengumbar aurat. Yang jelas kan itu. Bukan cuma pakaiannya, tapi juga meninggalkan salat, berdandan yang berlebihan, norma agama dan norma sosial tidak diperolehkan, itu eksploitasi budaya, budaya dari mana?" kata Haidar.
Ia juga mempertanyakan manfaat JFC. Menurutnya jika ditinjau dari segi ekonomi dan kreatifitas, banyak acara yang bisa digelar dan lebih baik ketimbang JFC.
"Apa itu dibilang kreatifitas anak bangsa? Kreatifitas konyol itu, itu ada budaya luar dan sudah terjadi di Brasil, kita cuma jiplak," ujarnya.
FPImendesak penyelenggara dan pemerintah Jember mau menghentikanJFCterhitung mulai tahun depan. JFCsendiri adalah acara yang sudah berjalan sejak 2001.
Kata Haidar, FPImendorong agar pemerintahan Jember mengganti JFC dengan ajar yang menurutnya lebih bermanfaat. Dia mencontohkan acara seperrti lomba baca Al Quran, santunan anak yatim, dan kompetisi ilmu pengetahuan.
Lihat juga: Ali Ngabalin Minta FPI Jelaskan Detail Konsep NKRI Bersyariah
"Harus dibubarkan, bukan FPI yang bubarkan tapi aparatur negara yg menghentikan ini. Kalau FPI jelas menolak," ujar dia.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) JFC, Suyanto, mengatakan protes dari FPImenjadi pelajaran. Ia juga memohon maaf atas keresahan yang bergulir di masyarakat.
Ia menyebut apa yang terjadi dalam gelaran JFCtahun ini adalah sebuah kelalaian panitia.
"Ini kelalaian panitia, tanggung jawab saya, dan mohon maaf," katanya, saat dikonfirmasi.
Kendati demikia, ia tak mau sepenuhnya menyalahkan Cinta Laura. Menurutnya, dalam JFCtahun ini pihaknya luput melakukan kurasi busana Cinta Laura.
"(Cinta) adalah sahabat yang baik dan tulus menghargai karya sahabatnya dengan tulus, itu adalah tamu kehormatan kami," katanya.
Lihat juga: Dynand Fariz Penggagas JFC Meninggal Dunia
Protes semacam ini, kata dia juga pernah terjadi padaJFCtahun 2005. Saat itu, JFCmendapatkan masukan dari DPRD Kabupaten Jemberdan masukan itu diterapkan pada JFCtahun-tahun selanjutnya.
Maka itu, Suyanto mengatakan penyelenggara JFC akan melakukan koreksi serta memperbaiki proses kurasi busana dengan ketat, dalam gelaran tahun-tahun berikutnya.
"Konsep JFC nantinyaadalah konsep busana yang menutup dari ujung rambut hingga kaki," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (wis/wis)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti program vaksinasi virus corona di Eropa berjalan sangat lambat.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER