Dia mengatakan, apabila betul Habib Rizieq akan pulang ke Tanah Air, artinya dia sudah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, termasuk menghadapi kasus hukum masa lalu.
"Saya masih menyangsikan beliau berani pulang. Lah, dia mengasingkan diri ke Arab kan karena kasus hukum. Tiba-tiba pulang, itu kontradiktif. Selama ini juga dia ragu pulang karena tersandera kasus, memangnya pergi karena liburan?" kata Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Rabu (28/10/2020).
Lebih lanjut, kata dia, meski sejumlah kasus Habib Rizieq telah di-SP3 oleh pihak berwajib, bukan berarti kasus sudah ditutup. Jadi, ada kemungkinan juga dibuka kembali jika ada bukti baru.
Baca Juga:
- Jeritan Hati Pendukung Habib Rizieq: Bebaskan Habib, Kami Rindu
- Atribut FPI Disita dari Terduga Teroris di Condet, Ini Kata Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab
- Sidang Putusan Sela Habib Rizieq Shihab Digelar 6 April 2021
(Baca juga: Viral Lagu Sambut Habib Rizieq Pulang ke Tanah Air ).
"Jika HRS berani pulang artinya sudah ada jaminan dari pihak tertentu untuk tidak mengungkit-ungkit kasusnya. Kalau belum ada, ya meragukan dia berani pulang, bahkan mungkin tidak akan berani pulang," terangnya.
Apalagi, berembus kabar kepulangan HRS ke Tanah Air untuk melakukan revolusi. Menurut Analis Politik Sosial asal UIN Jakarta ini, pernyataan tersebut sedikit banyak akan berefek negatif terhadap rencana kepulangannya.
( Baca juga: PA 212: Habib Rizieq Umumkan Tanggal Kepulangannya dalam Waktu Dekat ).