Jeroan hingga Kepala Hewan Kurban yang Dibuang ke Kali Cipinang Bisa Jadi Sarang Penyakit
Petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup mengangkat seekor sapi mati dari Pintu Air Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2019). | Istimewa
AKURAT.CO, Jeroan binatang menggenani Kali Cipinang, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Sisa dari pemotongan hewan kurban itu diangkut oleh petugas PPSU dengan alat seadanya.
Topik salah satu petugas menuturkan, jeroan binatang sudah sering dilihatnya ketika hari raya kurban tiba. Sehari setelah pemotongan biasanya kepala, isi perut, kaki, hingga kulit binatang tersangkut di pelampung yang sengaja dipasang oleh pemerintah setempat.
"Jeroannya nyangkut karena memang gak bisa lewat. Ada juga yang sudah kebawa arus tapi lokasinya gak begitu jauh dari sini," teranya Topik di lokasi, Selasa (13/8/2019).
baca juga:
- Salut, Jamkrindo Serahkan 21 Hewan Kurban di Denpasar
- Belasan Hewan Kurban di Jaktim Tidak Layak Jual, Begini Mengenalinya
- Warga Kebon Sirih Gak Bisa Nyate, MUI Harap Pembagian Daging Kurban di Jakarta Dievaluasi
Ironisnya, penemuan bangkai jeroan masih terbilang belum menjijikan. Bagi sebagian orang tentunya jeroan di kali menjadi hal yang enggan untuk dilihat.
"Masih mendinglah kalau jeroannya dibuang tadi malem. Jadi pagi warnanya cuma pucet. Yang males itu ketika udah beberapa hari, pasti dikerubutin belatung," ujarnya sembari bergidik.
Topik menyarankan, panitia kurban agar lebih memerhatikan pembuangan sisa jeroan hewan kurban. Menguburnya di tanah lebih baik ketimbang dibuang ke aliran sungai atau kali.
"Dibuang atau dikubur saya rasa lebih aman bang. Kalau dibuang ke kali banyak kuman, jadi sarang penyakit juga nantinya," imbuhnya.
Pantauan di lapangan, sekira pukul 07:00 WIB petugas PPSU berjibaku dengan aliran sungai Cipinang yang menghitam. Dengan alat seadanya mereka mengangkut setiap jeroan yang tersangkut oleh pelampung. Proses pembersihan rampung pada pukul 10:00 WIB. Aliran sungai kembali lancar namun warna air kali masih hitam pekat.[]