Selama ini Pulau Jawa memang masih menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Wilayah ini menyumbang 58% dari total produk domestik bruto (PDB). Di sisi lain, beberapa wilayah terutama di kawasan Indonesia timur masih berpotensi untuk dikembangkan.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebutkan, hingga lima tahun ke depan pemerintah akan mengembangkan enam kota metropolitan baru di luar Jawa. Hal ini semata-mata sebagai upaya untuk menggenjot investasi di Tanah Air.
Keenam metropolitan di luar Jawa yang dimaksud adalah Medan (Sumatera Utara), Palembang (Sumatera Selatan), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Denpasar (Bali), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Manado (Sulawesi Utara). Kota-kota tersebut di luar rencana pengembangan ibu kota baru di Kalimantan Timur yang ditargetkan mulai dihuni secara bertahap pada 2024.
Baca Juga:
Bambang mengungkapkan, alasan enam kota itu akan dijadikan metropolitan baru adalah untuk meningkatkan sektor pertumbuhan ekonomi yang merata di wilayah Indonesia. "Sekarang Jabodetabek tidak layak jadi metropolitan, sekarang lebih ke barat dan timur dan selatan. Jadi, Jakarta itu nanti seperti New York," ucapnya di Jakarta, Rabu (19/9).
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey telah mendengar rencana salah satu kota di wilayahnya, yakni Manado, yang akan dijadikan wilayah metropolitan baru di Indonesia. Menurut Olly, dengan dijadikan metropolitan, otomatis akan lebih banyak wisatawan yang akan datang ke Manado sehingga perputaran ekonomi di Manado lebih baik. “Akan lebih banyak investor datang, banyak pembangunan, berarti menyerap juga tenaga kerja di Manado dan yang perlu disiapkan yaitu SDM (sumber daya manusia),” ungkapnya tadi malam.
Rencana Manado yang akan dijadikan sebagai metropolitan baru sebelumnya dia ketahui saat kunjungan anggota DPRD Kota Manado periode 2019-2024 beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut Olly menjelaskan sejumlah dampak menguntungkan yang diterima Manado sebagai kota metropolitan terkait rencana pemindahan ibu kota negara ke Provinsi Kalimantan Timur.
Pj Wali Kota Makassar Iqbal Samad Suhaeb juga menyambut positif program pengembangan metropolitan baru yang dicanangkan pemerintah pusat. Dalam pandangannya, sejak penduduk Makassar mencapai 1 juta jiwa, pengembangan kota metropolitan di kota itu sebenarnya sudah dilakukan. Apalagi Makassar adalah pintu gerbang Indonesia Timur.