SuaraKalbar.id - Dua festival asal Kalimantan Barat diresmikan sebagai warisan budaya takbenda nasional. Keren!
Penetapan ini dilakukan setelah melewati serangkaian prosedur administrasi dan proses penilaian secara daring oleh UNESCO.
"WBTB berdasarkan UNESCO Convention For The Safeguarding Of The Intangible Cultural Heritage 2003 berarti praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan serta instrumen, objek, artefak dan ruang budaya yang terkait dengannya yang oleh masyarakat, kelompok dan dalam beberapa kasus, individu diakui sebagai bagian dari warisan budaya mereka," kata Kepala Bidang Kebudayaan PAUD dan Dikmas Disdikbud Kota Singkawang, Rindar Prihartono, Jumat (16/10/2020), dilansir ANTARA.
Menurutnya, WBTB ini ditransmisikan dari generasi ke generasi, terus-menerus diciptakan kembali oleh masyarakat dan kelompok sebagai tanggapan terhadap lingkungan mereka.
Baca Juga: Bikin Ketagihan, Menu Serba Telur Asin di 4 Restoran Ini Wajib Dicoba
"Interaksi mereka dengan alam dan sejarah mereka dan memberi mereka rasa identitas dan kontiunitas, sehingga mendorong penghormatan terhadap keanekaragaman budaya dan kreativitas manusia," ujarnya.
Sehingga, dari konvensi inilah kemudian lahir Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang pokok pikirannya merupakan upaya Bangsa Indonesia untuk meningkatkan ketahanan dan kontribusi budaya di tengah peradaban dunia melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan.
"Dalam pemajuan kebudayaan tersebut terdapat 10 objek yang meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa dan ritus," katanya.
Kesemuanya ini merupakan representatif napas kebudayaan Bangsa Indonesia yang keberadaannya harus dilindungi dan dilestarikan.
Rindar mengungkapkan, penetapan Festival Cap Go Meh dan Tatung Singkawang sebagai WBTB Nasional adalah merupakan kebanggaan daerah sekaligus pengakuan negara terhadap tradisi, ritus dan perayaan yang telah tumbuh dan berkembang di Kota Singkawang.
Baca Juga: Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Ini Fakta Nutrisi Telur Asin
"Hal ini pula tentu menjadi label atau identitas Kota Singkawang sebagai daerah yang melahirkan tradisi ini," jelasnya.
Baca Juga
Tag
Komentar
Berita Terkait
- Kasus Covid-19 di Singkawang Meningkat, Satgas Segera Lakukan Tracing
- Update Covid-19 Singkawang, Pasca Temuan Klaster Rumah Tahfidz
- Klaster Rumah Tahfidz di Singkawang, 41 Santri Positif Corona
- Dear Warga Singkawang, Diskon Tagihan Listrik Diperpanjang hingga Juni 2021
- Patroli di Tempat Ibadah Singkawang Digencarkan usai Bom Gereja Makassar
Terpopuler
- Pesonanya Bikin Susah Fokus, Potret Artis Suzzanna Semasa Muda
- Memes Prameswari Jawab Status Hubungannya dengan Billy Syahputra
- Dibandingkan dengan Amanda Manopo, Memes Prameswari Bilang Begini
- Intip 5 Gaya Memes Prameswari, Pesinden Dijodohkan dengan Billy Syahputra
- Doa dan Amalan Malam Nisfu Syaban yang Dianjurkan
- Soal Asmara, Ivan Gunawan: Kayaknya Final Destination Gue Ayu Ting Ting
- Sikap Maia Estianty saat Bertemu Anak Ahmad Dhani dan Mulan Jameela
- Curiga Rumah Jarang Ditempati, Pas Dicek Kaget Lihat Ulah Bu RT