Gridhot.ID - Amerika Serikat kini kembali di ambang kerusuhan dan kehancuran.
Hal ini terjadi akibat aksi rakyatnya sendiri.
Tentu saja kerusuhan yang bakal terjadi ada hubungannya dengan sosok Donald Trump.
Situasi di Amerika kian mencekam, protes masa yang tak terima pencopotan Doland Trump terus menggema.
Selain itu, sebuah laporan cukup mengejutkan di mana akan terjadi sebuah protes besar-besaran atas lengsernya Donald Trump.
Baca Juga: Ibunya Naik Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Tak Kunjung Pulang, 2 Balita Menangis Mencari Sang Bunda, Keluarga Tak Tahu Harus Bagaimana
Menurut 24h.com.vn, pada Selasa (12/1/21), FBI melaporkan, telah menerika informasi bahwa protes bersenjata telah disiapkan di 50 ibukota negara bagian AS.
Termasuk di antaranya Capitol dan Washington DC dalam beberapa hari mendatang sebelum 20 Januari.
CNN melaporkan AS telah melakukan langkah pengamanan yang semakin diperkuat, sebelum pelantikan Biden.
Badan penegak hukum negara bagian, federal dan lokal sedang mempersiapkan kemungkinan kekerasan skala yang lebih besar.
Daripada kerusuhan di gedung kongres AS pada 6 Januari, menewaskan sedikitnya lima orang.
Baca Juga: Sputnik V Siap Mendarat di Indonesia, Rusia Selangkah Lebih Cepat Siapkan Vaksinnya, Kedubes Negeri Beruang Merah Sudah ke BPOM Lakukan Pendaftaran
Bahkan ketika penyelidik federal terus melacak tersangka dari kerusuhan di gedung parlemen.
Ada kekhawatiran bahwa pengepungan Capitol hanyalah awal dari potensi aksi kekerasan dari Para pendukung Trump yang diprovokasi oleh tuduhan dari Presiden AS saat ini, bahwa pemilu itu "dicurangi".
"Demonstrasi bersenjata direncanakan di semua negara bagian, berlangsung dari 16 Januari dan berlangsung setidaknya hingga 20 Januari, dan Capitol, berlangsung 17 Januari hingga. 20 Januari, "kata sumber FBI.
FBI juga prihatin tentang ancaman pemberontakan jika Trump disingkirkan sebelum 20 Januari dengan menerapkan Amandemen ke-25.
Pada 8 Januari, FBI menerima informasi tentang sebuah kelompok yang meminta orang lain untuk bergabung dengan mereka.
Baca Juga: 2021 Bakal Tidak Ada Rasanya, Bumi Disebut Berputar Lebih Cepat dalam 50 Tahun Terakhir, Satu Hari Tak Lagi Berwaktu 24 Jam!
Lalu berencana menyerang gedung administrasi dan pengadilan lokal, negara bagian dan federal jika Trump digulingkan.
Kelompok itu juga berencana untuk 'menggerebek' kantor-kantor pemerintah di setiap negara bagian dan District of Columbia.
Terlepas dari apakah pemilih di negara bagian tersebut memilih Trump atau Tuan Biden, FBI menambahkan.
Biro Investigasi Federal AS juga memantau informasi tentang berbagai ancaman terhadap Presiden terpilih AS Joe Biden sebelum pelantikannya.
Beberapa informasi tambahan menunjukkan bahwa, Harris wakil jenderal Pak Biden, dan Pelosi Ketua DPR juga terancam.
Baca Juga: Seolah Sudah Tahu Ajal Akan Menjemputnya, Sikap Aneh Kapten Afwan Sehari Sebelum Meninggal Diungkap Oleh Keluarga: Biasanya Sebelum Take Off Ada Kabar Tapi Ini Enggak..
FBI mengklaim pihaknya berfokus pada mengidentifikasi, menyelidiki, dan mencegah individu yang menghasut kekerasan atau terlibat dalam aktivitas kriminal.
Subjek yang dipantau oleh FBI tidak hanya fokus pada pengunjuk rasa damai, tetapi juga mereka yang mengancam keselamatan orang lain dan diri mereka sendiri dengan kekerasan atau perusakan properti.
Pemerintah AS juga mengaktifkan Kontinuitas Operasi Pemerintah, sebuah prinsip yang memungkinkan pemerintah melanjutkan operasi penting jika terjadi peristiwa bencana.
Menurut seorang pejabat senior pemerintah, latihan interdisipliner telah dilakukan pada 11 Januari.
Bertujuan untuk memastikan kelancaran komando darurat nasional sebelum dan pada hari pelantikan.
Baca Juga: 3 Kali Ketemu Tapi Donald Trump Gagal Curi Hati Kim Jong Un, Sang Diktator Kini Justru Kepergok Kirim Sinyal Mesra ke Joe Biden, Presiden Baru AS Diharap Bisa Hancurkan Ambisi Nuklir Pemimpin Korut
Latihan ini sangat difokuskan pada kesediaan untuk mengatasi jika seseorang mencoba mengganggu atau menghentikan pelantikan.
Artikel ini telah tayang di Intisari dengan judul Lengsernya Donald Trump Bak Bencana Bagi Amerika, FBI Ungkap Pasukan Bersenjata Akan Bergerak Saat Donald Trump Digulingkan, Akankan Terjadi Perang Saudara?
(*)
|Source||:||intisari|
|Penulis||:||None|
|Editor||:||Angriawan Cahyo Pawenang|
Komentar