“Terapi itu cukup dilakukan berendam di air laut selama 30 sampai 60 menit dengan tempo waktu sebelum matahari terbit hingga matahari terbit,” kata Sadi, penderita stroke yang kini mulai pulih akibat terapi tersebut.
Alasan kedua bagi mereka penggila olahraga jogging dan bersepeda. Areal yang sudah disterilkan dari kendaraan bermotor sejak pukul 5 pagi ini benar-benar dimanfaatkan oleh mereka. Selain bisa berolahraga dengan tenang, udara yang dihirup pun masih bebas dari polusi. “Sekarang kami merasa punya tempat untuk menyalurkan hobi,” kata Hamsir.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kolaka kini menjadikan kompleks atau daerah itu sebagai agenda yang wajib dikunjungi bagi para wisatawan yang akan ke Kolaka. “Selain bisa merasakan wisata terapi, pengunjung juga bisa langsung belajar masalah budaya kami yang ada di Kolaka,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kolaka, Hamito Dahlan kepada KompasTravel, Minggu (22/3/2015).
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan