Setidaknya, perlu dua kali suntikan vaksin untuk mencapai manfat tersebut.
Meskipun vaksin Covid-19 sangat efektif, vaksin tersebut hanya menawarkan perlindungan 94 perse hingga 95 persen.
Tidak ada cara atau metode untuk mengetahui siapa di antara lima persen tersebut yang tidak merespons vaksin dan masih berisiko untuk mengalami Covid 19.
Vaksin mencegah penyakit tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah vaksin juga mencegah penularan.
Kemungkinan besar, orang yang divaksinasi masih dapat terinfeksi tanpa gejala dan kemudian menularkannya ke orang lain yang belum divaksinasi.
Apalagi, penularan Covid-19 ini paling banyak berasal dari orang tanpa gejala.
Jika orang yang divaksinasi tidak memakai masker sampai menerika vaksin dosis kedua, mereka masih berpotensi besar menyebarkan virus.
Mendapatkan vaksinasi hanya memperkecil kemungkinan kita untuk jatuh sakit dan mengembangkan gejala.
Jadi, orang yang mendapatkan vaksin tetap perlu menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari kemungkinan menjadi pembawa virus bagi orang lain.
Baca juga: 5 Penyebab Serangan Jantung yang Sering Tak Disadari
Ada beberapa kelompok orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin, salah satunya orang yang memiliki kondisi medis kronis.
Orang dengan kondisi tersebut juga masuk dalam kelompok orang berisiko tinggi mengalami Covid-19.
Jadi, kita tetap perlu melindungi mereka agar tidak terinfeksi virus dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan.
Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan