Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Menaikkan Suku Bunga 25 BPS
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 14-15 Agustus 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 25 bps menjadi . .
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 14-15 Agustus 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.
Dikutip Tribun Jabar dari siaran pers Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Selasa (21/8/2018), keputusan tersebut konsisten dengan upaya untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik dan mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman.
• Ucapan Apa yang Sebaiknya Dikatakan di Hari Raya Idul Adha? Ini Rangkuman Riwayat Sahabat Nabi
• Sri Mulyani Batal Masuk Tim Sukses Jokowi-Maruf Amin
Bank Indonesia menghargai dan mendukung keseriusan dan langkah-langkah konkrit Pemerintah untuk menurunkan defisit transaksi berjalan dengan mendorong ekspor dan menurunkan impor, termasuk penundaan proyek-proyek Pemerintah yang memiliki kandungan impor tinggi.
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal dalam kondisi ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan dan prospek perekonomian domestik maupun global, untuk memperkuat respons bauran kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
MUI Akhirnya Keluarkan Fatwa untuk Vaksin MR, Haram atau Tidak? https://t.co/83pjdj45mB via @tribunjabar &mdash; Tribun Jabar (@tribunjabar) August 21, 2018
Kebijakan suku bunga tersebut didukung penguatan strategi operasi moneter dengan memperkuat konvergensi suku bunga pasar uang antar bank dengan suku bunga kebijakan moneter (BI 7DRR) untuk memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter.
Bank Indonesia juga melanjutkan langkah-langkah akselerasi pendalaman pasar keuangan. Di pasar uang, keberhasilan implementasi IndONIA sebagai suku bunga acuan pasar uang akan diikuti dengan pengembangan instrumen OIS (Overnight Index Swap) dan IRS (Interest Rate Swap) sehingga mampu mendukung pembentukan struktur suku bunga pasar yang lebih efisien.
Di pasar valas, Bank Indonesia meningkatkan efektivitas penyediaan swap valas baik dalam rangka operasi moneter maupun dalam rangka hedging dengan tingkat harga yang lebih murah. Berbagai kebijakan tersebut diyakini akan memperkuat alternatif instrumen pengelolaan likuiditas di pasar dan mendukung stabilitas nilai tukar tukar Rupiah. (*)
|H-1 Persib Bandung vs Persiraja, Ini Kondisi Skuad Maung Bandung Jelang Laga Menentukan Besok|
|Cek Sinopsis Ikatan Cinta 1 April 2021 yang Semakin Seru: Mama Rosa Tidak Lagi Percaya Andin|
|Gelagat ZA Sebelum Serang Mabes Polri, Lone Wolf Berideologi ISIS Ini Kirim Chat WA Mencurigakan|
|SEDANG BERLANGSUNG Live KPK: Penetapan dan Penahanan Tersangka Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 KBB|
|BREAKING NEWS, AA UMBARA Bupati Bandung Barat dan Anak Tersangka Dugaan Korupsi Bansos Covid-19|