Jakarta - Pelantikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi gubernur DKI Jakarta rencananya dilakukan di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (19/11). Kepolisian pun berkoordinasi dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) untuk melakukan pengamanan.
"Rencananya, pelantikan gubernur DKI Jakarta dilakukan besok, di Istana Negara," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/11).
Dikatakan Rikwanto, pola pengamanan yang akan diterapkan kurang lebih sama dengan rencana pengamanan di Gedung DPRD DKI Jakarta. "Jadi hanya pindah lokasi saja. Sebelumnya, direncanakan di DPRD DKI, dipindah ke Istana Negara," ujarnya.
Ia menyampaikan, pola pengamanan menggunakan sistem ring. Ada empat ring yang diterapkan. "Polisi menjaga prosesinya mulai dari ring 2, 3, dan 4. Ring 1 itu masuk pengamanan Paspampres" ujarnya.
"Pengaturannya sedang dilakukan survei di lapangan, bagaimana saja penempatan pasukan bekerja sama dengan pihak Pengamanan Dalam (Pamdal) dan Paspamres. Kami sudah koordinasi dengan Paspampres dan Pamdal," kata Rikwanto.
Rikwanto menambahkan, ring 2 berada di sekitar Istana Negara, selanjutnya ring 3 di perempatan jalan di sekitar istana, ring empat di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Menurutnya, dalam pengamanan pelantikan gubernur DKI Jakarta, Polda Metro Jaya menurunkan 10.824 personel gabungan. Khusus di Istana Negara dikerahkan sekitar 3.800 personel, sisanya melakukan penjagaan di tempat lainnya termasuk objek vital.
"Jadi bukan harus berkonsentrasi di depan istana saja. Tapi juga di seluruh wilayah Jakarta, seperti di pusat perbelanjaan, tempat wisata, objek vital, dan lainnya," ujarnya.
Soal kemungkinan ada pengalihan arus, Rikwanto menuturkan, sifatnya situasional bergantung kondisi di lapangan.
"Pengalihan arus tetap kami lakukan, namun sifatnya situasional. Jadi jangan sampai menghambat masyarakat yang akan berlalu-lalang dengan kegiatannya," ujarnya.
"Apabila ada pengunjukrasa cukup banyak, kemudian dikhawatirkan tutup jalan, kami buat pengalihan sebelum terjadi kepadatan di sekitar istana," Rikwanto melanjutkan.