KOTA, SIDOARJONEWS.id – Nama Dusun Bokong Duwur dan Dusun Bokong Ngisor di desa Klantingsari, kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, mendadak menjadi perbincangan khalayak netizen Kota Delta.
Nama yang menurut sebagian besar orang nyeleneh ini viral setelah banyak netizen merepost foto gapura Dusun Bokong Duwur di media sosialnya.
Kepala Desa Klantingsari, Wawan Setyo Budi Utomo yang lahir dan besar di Dusun Bokong Duwur menceritakan di masa kecil ia pernah diejek karena nama dusun kelahirannya. Oleh teman-temannya yang berasal dari luar desa ia kerap dipanggil dengan sebutan ‘arek mbokong’.
“Iya pernah dulu, diejek oleh teman SMA yang saat ini menjadi istri saya. Saya dipanggil dengan sebutan, ‘arek mbokong’,” ujarnya sambil tertawa.
Meski nama desanya dianggap lucu oleh kebanyakan orang, bagi Wawan dan warga Dusun Bokong Duwur dan Dusun Bokong Ngisor, nama ‘bokong’ bukanlah nama yang aneh. Nama Dusun Bokong Duwur dan Bokong Ngiso telah ada sejak zaman dahulu kala. Bahkan sebelum masuk dalam administrasi Desa Klantingsari.
“Saya dan warga tidak pernah malu dengan nama dusun kami. Kami tetap bangga dengan nama dusun yang bagi orang luar (dusun) dianggap lucu,” ujarnya.
Menurut kepala desa yang telah menjabat selama dua periode ini, sebelum-sebelumnya tidak pernah ada yang menganggap nama Dusun Bokong Duwur dan Dusun Bokong Ngisor sebagai nama yang aneh. Baru setelah viral melalui media sosial, nama kedua dusun yang berada di ujung Sidoarjo ini dilirik oleh banyak orang.
“Beberapa waktu lalu, tim Pesona Delta baru saja ke sini. Kita tunjukkan beberapa spot yang mungkin bisa berpotensi sebagai destinasi di sini,” ujarnya.
Di balik viralnya nama Dusun Bokong Duwur dan Dusun Bokong Ngisor, Wawan berharap dapat membangun destinasi wisata di dusun yang masuk dalam wilayah Kecamatan Tarik ini.
Apalagi masyarakat di kedua dusun ini masih kental dengan adat istiadatnya. Hal ini menjadi potensi menjanjikan untuk menarik para wisatawan apabila serius dikelola. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga dusun ke depannya.
“Sebenarnya dulu sudah ada rencana membangun semacam destinasi wisata. Ya mudah-mudahan dengan viralnya nama kedua dusun ini menjadi momentum yang tepat,” tandasnya. (Affendra Firmansyah)