Harapan investor terhadap lanjutan penurunan suku bunga acuan AS alias Fed rate membuat pasar keuangan sedikit rentan. Indeks MSCI yang paling luas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,13% sementara Nikkei di Jepang datar. Wall Street saham menandai kenaikan dengan S&P 500 mendapatkan tambahan 0,26%.
Selanjutnya untuk harga minyak mentah Brent lebih rendah 0,1% menjadi USD64,50 barel setelah mencetak penguatan hingga 60% dari keuntungan yang dibuat setelah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi. Sementara harga minyak mentah berjangka AS yakni West Texas Intermediate (WTI) kehilangan 0,5% menjadi USD59,06 per barel dibandingkan dengan posisi tertinggi empat bulan USD68,38 yang sempat disentuh pada awal pekan.
Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin berusaha untuk meyakinkan pasar, dengan mengatakan kerajaan akan mengembalikan produksi minyak yang hilang pada akhir bulan. Dia memberikan jaminan persediaan akan pulih terhadap para pelanggan pada level yang sama sebelum serangan drone terjadi. Namun, ketegangan geopolitik yang tinggi menopang minyak dan juga beberapa aset Safe-Haven seperti obligasi AS.
Baca Juga:
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters, bahwa Amerika Serikat percaya serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi berasal dari Iran, sebuah penilaian yang bisa meningkatkan konflik antara Teheran dan Riyadh. Menambah ketidakpastian di Timur Tengah setelah keluar jajak pendapat pemilu Israel, yang menunjukkan menyarankan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjuang untuk kelangsungan politiknya.
(akr)