TELENEWS.ID – Setelah sempat dihujani kritik pada awal musim, lini pertahanan Manchester United lambat laun menunjukkan perbaikan signifikan. Dari 11 laga terakhir, tim besutan Ole Gunnar Solskjaer berhasil mencatatkan 7 clean sheet (nirbobol) dan hanya kemasukan 3 gol.
Titik balik penampilan buruk sektor belakang United berakhir kala mereka ditahan imbang oleh Everton dengan skor 3-3 tanggal 7 Februari silam. Duet pilar tengah Harry Maguire dan Victor Lindelof kembali menjadi sorotan.
Lalu apa kira-kira yang menyebabkan perubahan positif tersebut? Pelatih Ole Solskjaer secara singkat hanya menyebut bahwa ‘kerja keras dan kekompakan’ menjadi kunci utamanya. Namun jika ditilik lebih dalam, duet Maguire-Lindelof bisa bermain lebih padu karena telah melewati masa sulit mereka secara pribadi.
Dalam sebuah wawancara di awal Maret silam, Lindelof membeberkan pengakuan bahwa sejak awal tahun, ia bermain dengan menahan sakit akibat cedera punggung yang membuatnya tidak bisa tampil maksimal.
“Saya sempat absen di beberapa pertandingan karena masalah ini. Setelah itu saya comeback secara perlahan, dimana saya bermain di satu pertandingan lalu saya beristirahat di laga berikutnya. Ini membuat kondisi saya semakin membaik,” imbuh Lindelof.
Berbeda dengan Lindelof, Maguire sempat mengalami ‘cedera mental’ yang membuat penampilannya sangat jauh di bawah standar.
Mungkin masih jelas di ingatan para fans United kala Maguire melakukan blunder konyol di laga versus Tottenham tahun silam yang mengakibatkan gawang De Gea kebobolan.
Di tahun yang sama, mantan punggawa Leicester itu juga viral karena ditahan pihak kepolisian Yunani akibat dituduh melakukan tindak penganiayaan.
Baik fans, kritikus, hingga para pundit sepakbola dan legenda United sendiri telah menyerukan kritikan pedas mereka pada pemain berusia 28 tahun tersebut, namun Solskjaer tetap kekeh memberikan kepercayaan padanya.
Maguire pun menunjukkan kelasnya dengan tak bergeming meski harus menghadapi tekanan demi tekanan. Ia tetap dengan percaya diri mengemban tugasnya di setiap laga, hingga akhirnya mampu mendobrak segala permasalahan mental tersebut dan membayar kepercayaan sang pelatih dengan tampil stabil sebagai tembok pertahanan.
Berkat perbaikan di lini belakang tersebut, Manchester United kini mantap bercokol di peringkat kedua klasemen sementara. Namun mereka masih harus memangkas jarak 14 poin dengan sang ‘tetangga berisik’, Manchester City di posisi puncak.
Maguire dkk pun berharap bisa melanjutkan tren positif mereka saat bertamu ke markas AC Milan untuk menjalani leg kedua penyisihan Liga Europa 19 Maret mendatang.
Pada perjumpaan pertama di Old Trafford, tuan rumah United mampu menahan imbang AC Milan dengan skor 1-1. (Billy Bagus)