POJOKSATU.id, JAKARTA – Nama penasihat Kapolri Jendral Idham Azis, Muradi, banyak dibicarakan usai pengeroyokan pengendara moge terhadap dua anggota TNI.
Pasalnya, nama Muradi ada di dalam daftar tur yang direncanakan berakhir di Sabang, Aceh, tersebut.
Namun, iring-iringan dari Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung itu ternodai dengan pengeroyokan dua anggota TNI di Bukittinggi.
Dilansir PojokSatu.id dari CNNIndonesia.com, Muradi mengakui namanya memang terdaftar dalam tur tersebut.
“Saya memang ikut terdaftar dalam rencana touring tersebut, sambil monitoring pilkada di Kab/Kota yang dilewati,” ungkapnya, Senin (2/11/2020).
Akan tetapi, dirinya tidak bersama dengan rombongan saat melintasi Bukittinggi.
“Saya baru bergabung tanggal 1 November 2020,” sambung dosen di Universitas Padjadjaran tersebut.
Akibat insiden di Bukitinggi itu, tur kemudian dihentikan dan dirinya belum sempat bergabung.
Dirinya sendiri berangkat dari Bandung pada 31 Oktober.
Muradi juga mengaku sempat singgah di Bukittinggi usai pengeroyokan untuk melakukan mediasi antara korban dan pelaku.
“Saya sampai Bukittinggi untuk membantu memediasi antara teman-teman dengan pihak kepolisian dan Kodim.”