Pesawat NAM Air Mendarat Mulus di Bandara Blora yang Mangkrak 34 Tahun
Pasca pembangunan tahap pertama, bandara ini mampu didarati pesawat King Air jenis GT200.
"Kementerian sudah komunikasi dengan saya bahwa intinya Bandara Ngloram sudah siap. Beberapa kali uji coba berhasil dan sekarang sedang disiapkan mencari perusahaan penerbangan yang siap melayani rute itu. Saat ini, ada harapan baru di dunia transportasi udara khususnya ke Blora dengan lebih cepat dan nyaman dengan fasilitas yang ada," kata Ganjar.
Keberadaan Bandara Ngloram lanjut Ganjar sangat penting bagi peningkatan ekonomi di wilayah Blora dan sekitarnya seperti Rembang, Pati dan Grobogan. Tak hanya itu, bandara ini juga sangat berpengaruh bagi daerah lain, misalnya Bojonegoro, Ngawi, Tuban dan daerah lain di Jawa Timur.
"Mudah-mudahan nanti hasil evaluasinya cukup laik dilanjutkan, sehingga bisa dipercepat.
Harapan kita, bandara ini bisa membawa perubahan besar bagi kawasan Blora, Cepu dan lainnya, termasuk daerah lain seperti Bojongoro," imbuhnya.
Baca Juga: Ketahuan Positif Covid-19, Pemprov Jateng Langsung Karantina Pendatang
Tak hanya Ngloram, beberapa bandara lain di Jateng lanjut Ganjar juga sedang dikebut penyelesaiannya. Diantaranya Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga dan Bandara Dewandaru Karimunjawa. Untuk bandara Jenderal Soedirman, pembangunannya terpaksa ditunda karena Covid-19.
"Purbalingga karena ada Covid ditunda, insyaalah tahun 2021 dilanjutkan lagi. Tapi pekerjaannya masih berjalan, termasuk di Karimunjawa," ucapnya.
Pihaknya menduga pekerjaan dua bandara itu akan dikebut pada tahun 2021 ini dan selesai pada 2022 mendatang.
"Jika Covid selesai di tahun 2022 misalnya, maka tempat-tempat ini akan menjadi tempat kunjungan dan ekonomi akan lebih baik. Harapannya dengan adanya bandara Jenderal Soedirman, maka kawasan Banyumas Raya bisa bergeliat, termasuk pariwisata di Karimunjawa dengan adanya Dewandaru," tutupnya.
Baca Juga: Berkat Aplikasi Jalan Cantik, Pemprov Jateng Sigap Perbaiki Jalan Rusak