"Tujuannya hanya meningkatkan kekebalan tubuh. Potensi virus masih terjadi sehingga setelah vaksin tetapi menjalankan protokol kesehatan. Dengan demikian orang sakit akan menurun mortalitas kematian juga menurun. Maka pandemi akan segera berakhir," jelasnya.
Ia juga menjelaskan soal efek samping yang akan dirasakan setelah disuntik vaksin. Yaitu nyeri, sekunder, demam, meriang, pusing dan lainnya, yang dapat dilihat secara cepat (sekitar satu jam setelah disuntik), sedang (sehari setelah disuntik) sampai lambat (hingga sepekan baru terasa).
"Tidak usah takut dan khawatir, karena semua sudah diantisipasi pemerintah dan meliputi uji. Semua itu dari uji preklinis sudah melalui Emergency Use Authorization (EUA). Demikian juga uji klinis fase 3 akan menunggu hasil EUA yang akan dikeluarkan BPOM. Saya kira pemerintah akan menunggu itu," imbuhnya.
Pemberian vaksin hanya dilakukan kepada orang-orang yang sehat atau tidak sedang sakit. Karena orang sehat yang bisa memicu kekebalan tubuh.
"Vaksin untuk orang sehat yang bisa memicu kekebalan tubuh, yang tidak boleh orang sakit. Tujuannya untuk membangun kekebalan tubuh. Tapi tetap harus melaksanakan protokol kesehatan setelah vaksin," pungkasya.
(sun/bdh)