Nationalgeographic.co.id - Anda tahu perasaan khawatir yang muncul saat kehidupan berjalan terlalu baik? Karena semuanya terlalu bagus untuk jadi kenyataan, Anda merasa ada sesuatu yang janggal?
Beberapa orang tidak bisa menghalau perasaan cemas tersebut. Ketika keberuntungan datang terus menerus, pikiran buruk muncul di kepala mereka.
Orang-orang yang memiliki keengganan untuk berbahagia, mengidap suatu kondisi yang dinamakan “Healthline, beberapa ahli kejiwaan mengklasifikasikan cheropobia sebagai bentuk kecemasan.
Seseorang yang memiliki cherophobia tidak sedih dan mengurung diri setiap saat. Mereka hanya menghindari aktivitas dan acara yang bisa membawa kebahagiaan. Berikut beberapa gejala cherophobia:
Dalam sebuah wawancara di The Metro, blogger Stephanie Yeboah mendeskripsikan bagaimana rasanya hidup dengan cherophobia.
“Pada akhirnya, itu seperti rasa putus asa, yang mengarahkan ke kecemasan dan kewaspadaan untuk melakukan sesuatu yang bisa memunculkan kebahagiaan,” paparnya.
“Rasa takut akan kebahagiaan bukan berarti selalu hidup dalam kesedihan. Dalam kasus saya, cherophobia disebabkan oleh kejadian traumatis. Bahkan untuk hal sederhana seperti menyelesaikan suatu tugas sulit atau memenangkan klien membuat saya gelisah,” tambah Yeboah.
|Source||:||Science Alert|
|Penulis||:||Gita Laras Widyaningrum|
|Editor||:||Gita Laras Widyaningrum|