Meski Slamet tidak menjelaskan tentang status kesehatan Imam Besar FPI yang sempat dirawat di RS Ummi, Bogor pada pekan lalu tersebut.
"Itu hoaks, Sudah konfirmasi dengan IB HRS. Alhamdulillah sehat," kata Slamet saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa.
Sementara itu, Ketua DPP FPI Slamet Ma'arif menegaskan, foto yang beredar dan menyatakan Habib Rizieq positif corona adalah bohong, tidak benar atau hoaks.
"Itu hoaks," ucap Slamet saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa (1/12/2020).
Ia menyatakan hoaks karena dirinya telah bertanya langsung kepada Rizieq Shihab. Meski demikian, Slamet tidak menjawab soal hasil tes swab Habib Rizieq yang sebenarnya.
"Sudah konfirmasi dengan IB HRS (Habib Rizieq Shihab," katanya singkat.
Di sisi lain, Presidium Aliansi Selamatkan Merah Putih (Asmapi) Edy Mulyadi mengendus adanya upaya operasi intelijen terhadap pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Operasi intelijen itu sengaja dilakukan agar Habib Rizieq positif corona.
Edy menjelaskan kalau operasi intelijen itu disusun sejak tiga hari sebelum Rizieq pulang ke Indonesia. Menurutnya, operasi intelijen itu sengaja dilakukan karena penguasa yang sudah tidak bisa menjerat Rizieq dengan kasus-kasus hukum sebelumnya.
"Saya mendengar ada operasi intelijen ini. Kedatangan HRS yang disambut ratusan ribu bahkan jutaan umat di bandara, jadi pintu masuk. Ditambah kegiatan beruntun di Petamburan, Tebet, dan Megamendung, rezim merasa semakin punya dalih mengcovidkan Habib," kata Edy dalam sebuah video yang diunggah akun YouTube MySharingTv pada Selasa (1/12/2020).
Sebelumnya, beredar hasil test PCR tertanggal 28 November 2020 yang menyatakan bahwa Habib Rizieq positif corona. Dalam surat hasil PCR tersebut tercantum nama dr. Arif Rahman. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari pihak Habib Rizieq terkait hal tersebut.
Edy menganggap operasi intelijen itu tidak dilakukan secara sederhana. Pasalnya, untuk melancarkan operasi intelijen tersebut, mereka tidak segan-segan mengorbankan sejumlah pejabat Polri yang dianggap tidak becus dalam menangani protokol kesehatan di wilayahnya.
Sekretaris Jenderal GNPF Ulama itu juga menilai, kalau operasi intelijen tersebut berusaha untuk membangun opini kalau acara Rizieq di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Bogor menjadi klaster Covid-19.
Karena itu, pemerintah pun sibuk melakukan penyemprotan disinfektan dan melaksanakan tes usap Covid-19 di wilayah tersebut.
"Penguasa berharap tes massal ini akan menemukan banyak orang terpapar Covid-19 di Petamburan. Tapi Allah gagalkan rencana busuk dan jahat mereka. Hasil tesnya hanya lima orang yang positif Covid-19. Itu pun kelimanya tidak hadir pada acara di Petamburan, mereka terpapar Covid-19 sepulang liburan," pungkasnya.