"Ada samurai (dicuri), peninggalan samurai Jepang. Itu untuk jelasnya harus dilihat dulu nomor registrasinya karena pengadaannya itu tahun 80-an dan 90-an. Untuk jelasnya apakah samurai itu peninggalan zaman perang Jepang, itu belum bisa kami pastikan," ujar Kepala Museum dan Taman Budaya Sultra, Dody Syahrul Syah, saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (27/1/2021).
Selain samurai, keris antik peninggalan sejumlah daerah juga hilang. "Keris juga ada yang hilang, hanya untuk keris itu dibeli di daerah-daerah milik masyarakat," katanya.
Benda-benda antik lainnya dari cerek, cangkir, hingga perhiasan pengantin yang antik.
"Barang yang hilang itu jenis logam bentuk kuningan. Ada cangkir, cerek, aksesoris pengantin. Barangnya itu pengadaan tahun 80-an dan 90-an, disimpan di gudang itu untuk mengenal etnik daerah kita," tuturnya.
Kini pengelola Museum Taman Budaya Sultra menyerahkan sepenuhnya ke Polres Kendari untuk mengusut aksi pencurian tersebut.
"Untuk detail kerugiannya nanti kita identifikasi lagi karena masih ada pihak kepolisian yang akan datang untuk olah TKP," ucapnya. (nvl/idh)