CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 06:31 WIB
Wasekjen Demokrat Andi Arief menyebut tiga kemungkinan otak politik dibalik penerbitan Tabloid Indonesia Barokah. (Detikcom/Audrey)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut ada tiga kemungkinan dalang penerbitan dan peredaran Tabloid Indonesia Barokah di berbagai wilayah Indonesia. Tiga pihak itu berasal dari Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Hanya ada tiga kemungkinan politik otak politik culas menghalalkan segala cara di kubu TKN Jokowi termasuk Indonesia Barokah: Hasto [Kristiyanto] Sekjen PDIP, Ali Ngabalin, Anak muda PSI," tutur Andi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Minggu (27/1).
Dia juga mengunggah pernyataan itu melalui akunTwitternya @AndiArief_ pada hari yang sama.Meski demikian, Andi tidak menyebut ketiganya telah menerbitkan dan mengedarkan Indonesia Barokah.
Lihat juga: Khofifah soal Tabloid Indonesia Barokah: Jaga Kesucian Masjid
"Mudah-mudahan saya keliru," kata Andi.
"Mudah-mudahan bukan Hasto Sekjen PDIP aktor intelektual Indonesia Barokah," lanjutnya.
Tabloid Indonesia Barokah beredar di berbagai wilayah Indonesia. Tabloid tersebut umumnya ditemui di masjid-masjid.
Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah melaporkan Indonesia Barokah ke kepolisian. Mereka menganggap tabloid tersebut sangat menyudutkan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi.
Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said menduga peredaran Tabloid Indonesia Barokah dilakukan secara sistematis oleh orang yang memiliki dana besar. Dia pun memastikan tabloid itu bukan dibuat oleh pihaknya karena beberapa artikelnya menyudutkan capres-cawapres yang mereka usung.
Sejauh ini, Dewan Pers sudah melakukan investigasi terhadap alamat yang tercantum. Namun, hasilnya nihil. Alamat tersebut diduga fiktif karena tim Dewan Pers yang terjun ke lokasi tidak menemukan kantor redaksi.
Lihat juga: Sudirman Said Duga Ada Pemodal Tabloid Indonesia Barokah
Perihal isi, Dewan Pers juga menyebut Tabloid Indonesia Barokah memuat tulisan-tulisan yang bersifat opini dan menghakimi salah satu paslon. Konten yang dimuat juga bukan hasil peliputan, melainkan mengambil sejumlah berita yang sudah tayang sebelumnya di media lain.
Sementara itu, Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Aria Bima menyatakan peredaran Tabloid Indonesia Barokah bukan berasal dari kubunya. Dia menegaskan kampanye dengan menyebarkan selebaran atau tabloid bukan cara mereka.
"Ini bukan cara TKN. Walaupun kadang kontennya kami setuju, tapi ini bukan cara-cara yang kami pakai," kata Aria di Hotel Puri Denpasar Bali, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1).
Sedangkan Hasto, Ngabalin, dan PSI belum memberikan tanggapan atas tudingan ini.
(bmw/pmg)
Lihat juga: Bawaslu: Tabloid Indonesia Barokah Tidak Melanggar Kampanye
Seorang pengurus masjid di Surabaya menunjukkan Tabloid Indonesia Barokah yang diterima melalui paket. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Polemik Indonesia Barokah”
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose menilai holding BUMN bidang pertahanan akan meningkatkan efisiensi dan membantu dalam menciptakan inovasi.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER