Pria yang jadi sasaran kemarahan massa berusia 35 tahun ini dilaporkan mengalami masalah psikologi setelah dia kehilangan pekerjaan sebagai pustakawan di sebuah kampus di distrik Rangpur, kata Nishat.
Polisi tak menemukan senjata apapun di masjid tersebut dan pria kedua ditahan di penjara dengan perlindungan tinggi.
Insiden ini terjadi di tengah kemarahan mayoritas Muslim di Bangladesh terkait pernyataan Islamofobia Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Puluhan ribu orang turun ke jalan berunjuk rasa anti-Prancis pekan ini di Dhaka dan kota pelabuhan Chittagong, menyerukan boikot produk Prancis. Unjuk rasa juga kembali digelar setelah salat Jumat.
Baca juga:
Imbas Kartun Nabi, Puluhan Ribu Warga Bangladesh Gelar Demo Anti-Prancis
Lima Pemerkosa Gadis 15 Tahun di Bangladesh Dijatuhi Hukuman Mati
Bangladesh Berlakukan Kembali Hukuman Mati untuk Pemerkosa
Bangladesh Pertimbangkan Hukuman Mati Bagi Pelaku Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual
Kondisi Ratusan Imigran Rohingya Terdampar di Aceh
AC Meledak di Masjid Bangladesh karena Kebocoran Gas, 20 Jemaah Tewas
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami