Sebenarnya pemindahan ibu kota bukan hal baru di dunia ini. Beberapa negara malah sudah melakukannya dan boleh dibilang berhasil dengan tumbuhnya perekonomian.
Berikut ini 10 negara yang sukses memindahan ibu kotanya.
1. Abidjan ke Yamoussoukro (Pantai Gading)
Pada 1983,Yamossoukro ditetapkan menjadi ibu kota baru Pantai Gading menggantikan Abidjan. Pemindahan ini dilakukan di masa pemerintahan Presiden Felix Houphouet-Boigny yang ingin mendongkrak pembangunan di wilayah tengah negeri itu. Yamossoukro menjadi ibu kota keempat Pantai Gading dalam satu abad terakhir setelah Grand-Bassam (1893), Bingerville (1900), dan Abidjan (1933). Namun, sebagian besar kegiatan perekonomian, instansi pemeritahan, dan kantor-kantor kedutaan asing masih bertahan di Abidjan.
Baca Juga:
2. Winchester ke London (Inggris)
Inggris memindahkan ibu kotanya dari Winchester ke London pada 1066. Kala itu proses pemindahannya berjalan mulus dan tidak menimbulkan gejolak sosial. Sebab London sendiri sudah memiliki populasi cukup besar. Kini London menjadi salah satu ibu kota yang memiliki tingkat kemajuan cukup pesat.
3. Melbourne ke Canberra (Australia)
Melbourne merupakan ibu kota pertama sejak berdirinya negara Australia. Namun pada 1911 pemerintahnya melakukan sayembara internasional karena ingin memilih ibu kota baru. Syaratnya, kota tersebut harus memiliki taman kota dengan dana besar di pusat kotanya. Hanya Canberra yang memenuhi syarat tersebut. Alhasil pada 1927 ibu kota Australia berpindah dari Melbourne ke Canberra.
4. Delhi ke New Delhi (India)
India resmi memindahkan ibu kotanya dari Delhi ke New Delhi pada 1911. Proses pemindahan terbilang sangat mudah, sebab kedua kota tersebut masih satu wilayah. Masyarakat New Delhi juga langsung terbiasa dengan perpindahan itu.
5. St Petersburg ke Moskow (Rusia)
Negara yang saat ini masih dipimpin Presiden Vladimir Putin ini, sempat bolak-balik memindahkan ibu kota negara. Awalnya Kota Moskow adalah ibu kota Kerajaan Rusia sejak abad ke-14 hingga tahun 1712. Lalu kebijakan pimpinan Rusia saat itu membuat Ibu Kota Rusia berpindah ke St.Petersburg karena dinilai memiliki akses lebih dekat ke Eropa. Namun, pada 1918, Ibu Kota Rusia kembali dipindahkan ke Moskow.