Riau,Borneo24-Berawal dari informasi hilangnya Safri saat mencari ikan di perairan Teluk Lanus Pulau 3, Desa Sungai Akar Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak itu, Minggu (26/4) malam. Saat itu, korban mencari ikan bersama temannya, Toyo. Lalu tiba-tiba Safri disambar buaya saat mencuci kaki.
Penangkapan buaya yang memangsa Safri (56) warga Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau berhasil , Warga Teluk Lanus Sei Apit, Kabupaten Siak kemudian beramai-ramai membelah tubuh reptil yang memakan manusia itu, Senin (27/4).
Setelah dilakukan pencarian, warga justru menemukan potongan bagian kaki kiri yang diduga merupakan anggota badan korban. Masyarakat juga melaporkan ke pihak BBKSDA Riau terkait adanya buaya pemangsa manusia.
Beberapa potongan tubuh korban ditemukan di pinggir kanal. Potongan tubuh korban juga ditemukan di dalam perut buaya setelah warga membedah perut Satwa buas tersebut.
“Dalam perut buaya tadi masih ada potongan tubuh korban. Itu diketahui setelah perut buaya dibedah,” kata Camat Sungai Apit, Wahyudi.
Saat kejadian, Toyo berhasil lepas dari amukan hewan buas itu. Namun Safri tidak. Toyo langsung bergegas meminta bantuan kepada warga kampung.”Tak lama setelah itu, warga dan sejumlah petugas Polri/TNI lakukan pencarian di sungai,” ucap Wahyudi.
Menurut Wahyudi, buaya tadi berhasil ditangkap melibatkan pawang buaya. Pawang menangkapnya menggunakan jaring.
“Buaya ditangkap tak jauh dari lokasi mereka mencari ikan. Panjang buaya sekitar 6 meter,” jelasnya.Setelah potongan tubuh korban ditemukan, lalu dibawa ke rumah sakit terdekat. Keluarga korban juga ikut menyaksikan temuan tubuh korban.
“Jenazah korban dibawa ke rumahnya, ada pihak keluarganya juga yang datang,” kata dia(***)
Discussion about this post